oleh

Moms… Jangan Khawatir soal Darurat Kekerasan Seksual Anak, Ini yang Harus Dilakukan

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Korban kekerasan seksual anak berdasarkan catatan Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis didominasi anak TK dan SD pada 2015. Kini, hingga medio Mei 2016, sudah ada sekira 30 kasus yang dilaporkan lembaga penyuluh kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak itu, Selasa (24/05).

“Angka tersebut tergolong tinggi, karena angka itu merupakan kasus yang dilaporkan. Sehingga jika dijumlahkan dengan kasus yang tidak dilaporkan, diperkirakan angkanya akan bertambah banyak lagi,” ujar pendamping korban WCC Mawar Balqis, Luthfiyah Handayani.

Fakta ini tentunya membuat para orangtua khawatir setengah mati. Para orang tua, merasa khawatir karena berdasarkan catatan lain, 60 persen pelaku kekerasan seksual anak dilakukan oleh orang terdekat atau dalam bahasa istilah disebut incest.

“Khawatir banget, apalagi anak saya perempuan baru lima tahun, lihat kasus di Bogor balita diperkosa, saya langsung nemenin anak kemana-mana, awasin mainnya ke mana, jadi parno sendiri,” curhat Ida Rahayu, warga Pilang Perdana.

Menjawab kekhawatiran tersebut, pemerhati budaya Muhammad Akbar meminta para orangtua untuk mengawasi apa yang sedang dilakukan buah hainya. Pengawasan juga harus meliputi permainan apa yang sedang dimainkan, serta memilah teman sepermainan tanpa memaksakan kehendak ia harus bermain dengan siapa.

“Bagaimana mental anak tidak rusak, anak-anak bisa main di warung internet secara bebas, bermain game seharian dan tidak ada kontrol dari orangtua. Para orangtua harus memperhatikan aspek ini,” ujar pemerhati budaya, Muhammad Akbar.

Pria yang akrab disapa Akbar itu pun meminta para orangtua agar mengenalkan budaya islami sejak dini kepada anak. Hal itu sebagai proteksi dini dari si anak jika kemudian hari menemukan hal yang menjurus pada kekerasan seksual.

BACA JUGA:   Pemda Kota Cirebon Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara

“Yang dikenalkan jangan RA kartini saja. Tapi Siti Khodijah juga dong. Yang dikenalkan jangan para pahlawan saja, Nabi Muhammad juga dong. Kisah-kisah teladan mereka bisa membawa anak lebih waspada jika menemukan hal yang bertentangan dengan agama,” pungkas Akbar. (Wilda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed