Citrust.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Cirebon.
Kehadiran JKN dinilai mempermudah peserta dalam mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun lanjutan tanpa hambatan berarti.
Hal tersebut diakui Sunarto (27), warga Desa Astapada, Kabupaten Cirebon, yang telah terdaftar sebagai peserta JKN sejak 2022.
Ia mengaku bersyukur karena selama ini kondisi kesehatannya relatif baik dan apabila mengalami keluhan ringan, layanan di puskesmas sudah mencukupi kebutuhannya.
“Waktu itu saya sempat berobat ke puskesmas karena batuk dan pilek. Awalnya saya kira cukup dengan obat warung, tapi ternyata belum sembuh juga. Akhirnya saya memutuskan ke puskesmas dan alhamdulillah pelayanannya tidak ada kendala. Saya dilayani dengan baik dan obat langsung diberikan tanpa harus mencari ke apotek luar,” kata Sunarto saat ditemui, Jumat (30/12/2025).
Menurut Sunarto, Program JKN memberikan rasa aman bagi masyarakat karena seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara tanpa dibedakan berdasarkan jenis kepesertaan. Ia juga menilai sikap tenaga kesehatan yang ramah dan profesional membuat dirinya semakin percaya terhadap kualitas layanan yang diberikan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
Selain memanfaatkan layanan langsung di fasilitas kesehatan, Sunarto juga aktif menggunakan Aplikasi Mobile JKN sebagai sarana pendukung untuk mengakses berbagai layanan administrasi dan informasi kepesertaan.
Melalui aplikasi tersebut, ia dapat mengecek status kepesertaan, mengakses KIS digital, melakukan perubahan data, hingga mengambil nomor antrean pelayanan secara daring.
“Sekarang semuanya serba digital. Aplikasi Mobile JKN sangat membantu peserta ketika ingin berobat. Di puskesmas maupun rumah sakit juga sering disarankan menggunakan aplikasi ini supaya pelayanan lebih tertib dan peserta merasa lebih nyaman,” ujarnya.
Sunarto menambahkan, fitur antrean online menjadi salah satu layanan yang paling sering ia manfaatkan. Dengan fitur tersebut, ia dapat memperkirakan waktu kedatangan dan menyesuaikan aktivitas sebelum mendapatkan pelayanan medis.
“Dengan antrean online, waktu tunggu jadi lebih singkat. Saya bisa mengatur waktu dengan lebih efisien dan setelah berobat masih bisa melanjutkan aktivitas lainnya,” tutur Sunarto.
Seiring dengan pengalamannya sebagai peserta JKN, Sunarto berharap inovasi digital yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN dapat semakin mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan maupun administrasi kepesertaan.
Ia juga berharap kualitas layanan yang selama ini telah berjalan dengan baik dapat terus dipertahankan agar peserta JKN semakin merasa terlindungi dan terbantu. (Haris)













