Sentimen Venezuela dan Dampaknya terhadap Volatilitas Emas Berjangka

  • Bagikan
Sentimen Venezuela dan Dampaknya terhadap Volatilitas Emas Berjangka
Analis sekaligus Kepala Cabang PT Equityworld Futures (EWF) Cirebon, Ernest Firman (kemeja putih). (Ist)

Citrust.id – Ketegangan geopolitik global kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah penangkapan Presiden Venezuela. Situasi tersebut langsung tercermin pada pergerakan emas berjangka yang masih menjadi aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Analis sekaligus Kepala Cabang PT Equityworld Futures (EWF) Cirebon, Ernest Firman, menilai isu geopolitik sensitif seperti yang terjadi di Venezuela umumnya direspons cepat oleh pasar emas berjangka.

Menurut dia, setiap ketidakpastian politik di tingkat negara berpotensi mendorong investor global mengalihkan dana ke aset yang dinilai aman.

“Begitu muncul ketidakpastian politik, apalagi yang berpotensi berdampak regional, investor global cenderung mencari aset yang dianggap paling aman. Dalam kondisi seperti ini, emas biasanya langsung menjadi pilihan utama,” ujar Ernest Firman, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, reaksi pasar terlihat dari meningkatnya minat beli serta volume transaksi emas berjangka. Langkah tersebut diambil pelaku pasar untuk mengamankan nilai aset dari risiko politik yang dinamis.

Ernest menilai, dampak awal dari penangkapan presiden Venezuela cenderung memicu volatilitas jangka pendek. Harga emas dapat bergerak cepat dan tajam seiring respons pasar terhadap berita yang sifatnya mendadak.

“Untuk tahap awal, peristiwa seperti ini lebih membentuk volatilitas jangka pendek. Namun, jika berkembang menjadi krisis politik berkepanjangan yang diikuti sanksi internasional atau tekanan diplomatik, dampaknya bisa berubah menjadi tren penguatan emas yang lebih panjang,” kata dia.

Dalam menilai sejauh mana isu geopolitik berdampak terhadap pasar, analis memantau sejumlah indikator utama secara bersamaan. Ernest menyebutkan pergerakan dolar AS, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat, tingkat volatilitas pasar global, aliran dana ke aset safe haven, serta respons negara besar dan lembaga internasional menjadi faktor penting yang diperhatikan.

BACA JUGA:  Beralih ke Emas Spot, Kapan Waktu Terbaik Masuk Pasar?

“Di PT Equityworld Futures (EWF) Cirebon, kami selalu memantau indikator-indikator ini secara bersamaan karena satu faktor saja tidak cukup untuk membaca arah pasar secara utuh,” ujarnya.

Ke depan, jika ketegangan geopolitik terus berlanjut atau bahkan meningkat, emas berjangka diproyeksikan masih berpotensi bergerak menguat meskipun disertai fluktuasi yang tinggi.

Setiap eskalasi baru umumnya memicu lonjakan minat beli, sementara koreksi harga cenderung bersifat sementara.

“Selama ketidakpastian global masih mendominasi, emas tetap memiliki daya tarik kuat sebagai aset lindung nilai, baik bagi trader jangka pendek maupun investor jangka menengah,” tutur Ernest.

Ia juga mengingatkan investor untuk mewaspadai pergerakan harga yang sangat cepat akibat sentimen geopolitik yang dinamis. Euforia berlebihan sering kali membuat investor masuk di level harga puncak, padahal pasar bisa berbalik arah secara tiba-tiba.

Dalam kondisi seperti ini, Ernest menekankan pentingnya disiplin dalam bertransaksi. Investor disarankan menggunakan ukuran transaksi yang proporsional, menetapkan batas risiko yang jelas, serta tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi atau berita sesaat.

“Investor juga sebaiknya membedakan antara strategi jangka pendek dan jangka menengah. Di PT Equityworld Futures (EWF) Cirebon, kami selalu menekankan bahwa di pasar emas berjangka, pengelolaan risiko dan pemahaman konteks pasar jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar keuntungan cepat,” pungkasnya. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *