Citrust.id – Menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan pengalaman positif bagi Azzufar, mahasiswa asal Kabupaten Indramayu.
Sejak terdaftar sebagai peserta JKN pada 2017, Azzufar merasakan kemudahan dan kejelasan alur pelayanan saat mengakses layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Pengalaman tersebut ia rasakan ketika harus berobat ke puskesmas akibat batuk dan demam yang tak kunjung sembuh selama beberapa hari. Menurut Azzufar, sejak awal kedatangannya, petugas kesehatan memberikan arahan yang jelas sehingga proses pelayanan dapat dijalani tanpa kebingungan.
“Waktu itu saya berobat ke puskesmas karena batuk dan demam yang sudah berhari-hari. Di sana saya dibantu petugas dan diarahkan alurnya, mulai dari registrasi awal, pemeriksaan, sampai pengambilan obat. Alurnya jelas, dan petugas juga membantu kalau ada yang belum dipahami,” ujar Azzufar.
Ia menilai pelayanan yang diterimanya tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis, tetapi juga disertai penjelasan menyeluruh dari dokter terkait kondisi kesehatannya. Edukasi tersebut, kata Azzufar, menjadi nilai tambah dalam layanan JKN.
“Dokternya tidak hanya menjelaskan soal obat, tetapi juga memberi edukasi, seperti hal-hal yang perlu dijaga dan langkah pencegahan supaya tidak mudah sakit lagi,” katanya.
Selain itu, Azzufar juga mengapresiasi ketersediaan obat di puskesmas. Seluruh obat yang diresepkan dokter dapat langsung diterima tanpa harus membeli di luar fasilitas kesehatan.
“Selama saya berobat, obat yang dibutuhkan selalu tersedia. Saya tidak pernah diminta membeli obat di luar puskesmas,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran layanan, Azzufar memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, terutama fitur Antrean Online. Dengan fitur tersebut, ia dapat menyesuaikan waktu kedatangan dengan jadwal pemeriksaan yang tersedia.
“Saya sering menggunakan antrean online, dan jadwal praktiknya juga sesuai dengan yang tertera di Aplikasi Mobile JKN,” jelasnya.
Tak hanya itu, Azzufar juga menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk mengakses informasi kepesertaan dan melakukan perubahan data. Menurutnya, kehadiran aplikasi tersebut sangat membantu peserta dalam memperoleh informasi secara mandiri tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
Di akhir perbincangan, Azzufar berharap kualitas layanan Program JKN yang telah dirasakannya dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar semakin memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan.
“Harapannya, layanan yang sudah berjalan ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan, supaya peserta semakin mudah mengakses layanan dan informasi yang dibutuhkan,” pungkasnya. (Haris)













