Citrust.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang penting dalam perjalanan kesehatan Aliqa (19), warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak 2020, Aliqa merasakan langsung kemudahan akses layanan kesehatan dan pelayanan yang setara di fasilitas kesehatan, khususnya ketika harus menjalani pengobatan.
Aliqa mulai memanfaatkan Program JKN sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah didiagnosis mengalami gangguan kesehatan berupa gastroesophageal reflux disease (GERD).
Pada masa awal pengobatan, ia menjalani pemeriksaan dan perawatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan pendampingan orang tuanya.
Meski sempat merasa bingung dengan alur pelayanan karena usianya yang masih remaja, Aliqa mengaku mendapatkan penjelasan yang jelas dari petugas kesehatan.
“Awalnya saya bingung karena belum paham alurnya. Tapi setelah bertanya, petugas di FKTP menjelaskan dengan baik dan mudah dipahami,” ujar Aliqa.
Selama menjalani pengobatan menggunakan Program JKN, Aliqa menilai tidak ada perbedaan pelayanan antara dirinya sebagai peserta JKN dengan pasien lainnya. Ia merasakan pelayanan yang ramah dan komunikatif dari petugas kesehatan, sehingga proses pengobatan berjalan dengan nyaman.
“Saya tidak pernah merasa dibeda-bedakan. Petugasnya ramah, sopan, dan juga mengedukasi pasien dengan baik,” tuturnya.
Selain layanan tatap muka di fasilitas kesehatan, Aliqa juga mulai memanfaatkan layanan digital BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
Menurutnya, aplikasi tersebut memberikan kemudahan karena berbagai layanan dapat diakses dalam satu platform, mulai dari Kartu JKN Digital, perubahan data kepesertaan, hingga pendaftaran antrean online di fasilitas kesehatan.
“Fiturnya lengkap dan jelas peruntukannya. Kita bisa akses Kartu JKN Digital, ubah data, sampai daftar antrean online tanpa harus datang ke faskes lebih awal,” kata Aliqa.
Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN dinilai Aliqa membuat layanan kesehatan menjadi lebih efisien. Setiap kali berobat ke FKTP, ia selalu menggunakan fitur Antrean Online yang memudahkan pengaturan waktu kunjungan.
Menurutnya, jadwal antrean yang tercantum di aplikasi sesuai dengan jam pelayanan di fasilitas kesehatan.
“Selama ini saya tidak pernah mengalami kesulitan. Jam antrean di aplikasi sudah sesuai dengan waktu pelayanan di faskesnya,” ungkapnya.
Aliqa berharap fleksibilitas layanan kesehatan yang saat ini sudah berjalan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Ia juga berharap BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi agar seluruh peserta Program JKN dapat merasakan manfaat layanan kesehatan secara optimal.
“Semoga kemudahan yang ada sekarang bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan, agar peserta semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan,” tutup Aliqa. (Haris)













