Cerita Pelajar SMA di Cirebon Manfaatkan Mobile JKN untuk Layanan Kesehatan

  • Bagikan
Cerita Pelajar SMA di Cirebon Memanfaatkan Mobile JKN untuk Layanan Kesehatan
Cerita pelajar SMA di Cirebon memanfaatkan Mobile JKN untuk layanan kesehatan. (Ist.)

Citrust.id – Kesadaran menjaga kesehatan sejak usia sekolah dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan produktif.

Pandangan tersebut disampaikan Mohammad Naufal Hariri (18), pelajar SMA negeri di Kabupaten Cirebon, yang menilai pemahaman tentang kesehatan perlu berjalan beriringan dengan pengetahuan mengenai jaminan sosial kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Naufal mengungkapkan, pemahamannya mengenai Program JKN berawal dari pengalaman keluarga. Ia mengenal mekanisme layanan BPJS Kesehatan melalui kakaknya yang terlebih dahulu memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berobat.

“Pemahaman saya tentang BPJS Kesehatan berawal dari kakak saya yang mengedukasi cara berobat melalui Program JKN. Dari situ saya melihat banyak masyarakat memanfaatkan Program JKN untuk mengakses layanan kesehatan,” ujar Naufal, Selasa (11/11).

Pengalaman tersebut membuat Naufal menilai Program JKN memiliki peran strategis sebagai bentuk perlindungan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis, tetapi menghadapi keterbatasan biaya.

Menurut dia, jaminan kesehatan tidak hanya menjadi penopang saat sakit, melainkan juga bagian dari kesiapan individu dalam menghadapi risiko kesehatan.

Naufal menambahkan, kepedulian terhadap kesehatan kerap belum menjadi prioritas di kalangan pelajar dan anak muda. Banyak yang beranggapan bahwa usia muda identik dengan kondisi tubuh yang selalu sehat, sehingga mengabaikan pentingnya menjaga keseimbangan aktivitas dan istirahat.

Pengalaman pribadi turut mengubah pandangannya. Ia mengaku pernah jatuh sakit akibat terlalu fokus pada kegiatan sekolah tanpa memperhatikan kondisi fisik. Saat itu, tubuhnya sebenarnya telah memberikan sinyal kelelahan yang tidak disadari.

“Kadang ada anggapan kalau masih muda pasti jarang sakit, padahal kondisi tubuh bisa berubah kapan saja. Kita sebagai anak muda tetap perlu waspada,” katanya.

Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan, Naufal mulai memanfaatkan layanan digital BPJS Kesehatan. Ia mengaku rutin menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk berbagai keperluan, mulai dari pendaftaran antrean layanan kesehatan hingga skrining riwayat kesehatan.

BACA JUGA:  Migrasi KASEP ke BPJS, Pemkab Indramayu Biayai Warga Tidak Mampu

“Saya biasa pakai aplikasi Mobile JKN untuk antrean online dan juga skrining riwayat kesehatan. Prosesnya praktis dan informasinya jelas, jadi mudah dipahami,” ujar Naufal.

Menurut dia, digitalisasi layanan BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN menjadi sarana efektif untuk menjangkau generasi muda yang lekat dengan teknologi. Akses layanan kesehatan yang cepat dan transparan dinilai mampu meningkatkan partisipasi anak muda dalam memanfaatkan Program JKN secara optimal.

Melalui pengalamannya, Naufal mengajak pelajar dan generasi muda untuk tidak menunda kepedulian terhadap kesehatan. Ia menilai pemahaman mengenai jaminan kesehatan sejak usia sekolah merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan.

“Sebagai anak muda, kita perlu menjaga kesehatan sekaligus memahami pentingnya jaminan sosial kesehatan seperti Program JKN. Pemahaman ini bisa menjadi langkah awal membentuk generasi yang lebih sadar kesehatan dan mampu memanfaatkan layanan yang tersedia secara tepat,” tuturnya. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *