Citrust.id – Aktivitas sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian dari keseharian Ahmad Elang Syahputra (17), siswa kelas XII salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Indramayu.
Di tengah padatnya aktivitas tersebut, Ahmad berupaya menjaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup sederhana, seperti tidur yang cukup, rutin minum air putih, serta berolahraga ringan secara berkala.
“Biasanya saya olahraga pagi, seperti bersepeda, jalan santai, atau lari. Itu saya lakukan supaya badan tetap segar dan tidak gampang sakit,” ujar Ahmad saat ditemui di Indramayu, Kamis (22/12/2025).
Kesadaran Ahmad terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejalan dengan pemahamannya mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengaku pertama kali mengenal Program JKN sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) melalui penjelasan guru bimbingan dan konseling. Pemahamannya kemudian semakin berkembang ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
“Awalnya saya pikir Program JKN itu hanya untuk orang tua. Tapi ternyata pelajar juga bisa merasakan manfaat Program JKN untuk berobat di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” kata Ahmad.
Pengalaman pertama Ahmad memanfaatkan Program JKN terjadi saat dirinya mengalami flu berat. Ia menuturkan, proses pelayanan yang dijalaninya di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) berlangsung lancar, mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan medis.
“Saya daftar di bagian pendaftaran, cukup menunjukkan kartu JKN digital di aplikasi Mobile JKN, lalu menunggu dipanggil. Pemeriksaannya jelas, dokternya juga memberikan edukasi,” ujarnya.
Menurut Ahmad, peran petugas administrasi di FKTP sangat membantu, terutama bagi peserta yang baru pertama kali menggunakan layanan JKN. Penjelasan yang disampaikan secara runtut membuatnya merasa lebih tenang selama menjalani proses pelayanan.
“Petugas FKTP menjelaskan urutannya dari awal sampai akhir, jadi saya tidak takut salah alur pelayanan atau salah masuk ruangan,” ucapnya.
Ia juga mengaku melihat langsung manfaat Program JKN dari pengalaman orang-orang di sekitarnya. Ahmad pernah menemani seorang temannya yang jatuh sakit dan harus dibawa ke klinik untuk mendapatkan pemeriksaan dengan memanfaatkan Program JKN.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad membantu proses pendaftaran sambil menunggu temannya diperiksa.
“Waktu itu prosesnya tidak lama, jadi teman saya bisa langsung ditangani,” tutur Ahmad.
Bagi Ahmad, Program JKN menjadi bentuk perlindungan kesehatan yang sangat membantu, terutama ketika kondisi sakit datang secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan medis.
“Kalau sakit mendadak, Program JKN sangat membantu. Saya tetap bisa merasakan manfaatnya tanpa harus memikirkan biaya besar,” kata Ahmad. (Haris)













