oleh

Asal Mula Tradisi Bacang (Hari Peh Cun)

Oleh Jeremy Huang

HENDRA Lukito Pengamat budaya Tionghoa menceritakan, menurut tradisi orang Tionghoa, Peh Cun termasuk salah satu dari tiga hari besar orang Tionghoa selain hari raya Imlek dan hari raya Tiong Jiu (kue bulan).

Walaupun perayaan ini sudah berlangsung, tidak ada salahnya kita mengenal lebih dekat tentang makna dan latar belakang hari besar budaya Tiongkok ini.

Duan adalah singkatan dari Kai Duan yang bermakna awal Chu, orang zaman dulu menyebut tanggal 1 sebagai Chu Yi, maka tanggal 5 sebagai sinonimnya: Duan Wu. Orang kuno juga biasa menyebut 5/ Wu sebagai siang hari Wu Ri, maka dari itu bulan 5 tanggal 5 juga dinamakan Duan Wu.

Hari Raya Duan Wu Jie (Hok Kian = Twan Ngo Ciap) atau yang lebih terkenal dengan sebutan Hari Raya Peh Cun diperingati setiap tahun pada Go Gwe Cwe Go (tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek). Pada hari tersebut biasanya orang Tionghoa mempersembahkan bacang dan kue cang untuk sembahyang. Dari manakah asal mula bacang tersebut?

Kebiasaan hari Duan Wu

Berdasarkan catatan sejarah, jauh pada zaman Qun Chiu (Tahun 722–481 SM), masyarakat menggunakan daun untuk membungkus beras dengan berbentuk tanduk sapi. Selain itu, juga menggunakan tabung bambu diisi beras dan ditutup rapat serta dipanggang sampai matang. Itu lah yang disebut “Bacang Tabung”. produk ini lah cikal bakal kue Bacang.

Bulan 5 (kalender Imlek) merupakan musim panas. Sangat cocok mengonsumsi kue Bacang, yang berbahan beras, serta dibungkus daun dan dimasak sampai matang. Sehingga, kue yang memiliki aroma yang unik ini sesudah disantap bisa menetralisir, karena bisa menurunkan sifat api dalam tubuh. selain itu, juga terasa nyaman bagi pencernaan. Sungguh suatu makanan yang sesuai dengan musimnya.

BACA JUGA:   Menanti Sentuhan Kadis Baru Kelola Pariwisata Kota Cirebon

Pada saat itu, orang-orang berganti busana musim kemarau dan mengutamakan yang serba ringan dan sejuk. Dilihat dari tradisi berpakaian dan makanannya, hari Duan Wu dianggap ada hubungan yang akrab dengan tibanya musim kemarau. Tentu hal itu ada benarnya juga.

Duan Wu Jie adalah salah satu dari 3 Hari Raya Besar yang diperingati oleh orang-orang Tionghoa. Dua hari raya lainnya adalah Chun Jie (Hari Raya menyambut Musim Semi–Tahun Baru Imlek dan Zhong Qiu Jie, Hari Raya Tiong Ciu– Pertengahan Musim Gugur. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed