oleh

Awal Mula Festival Qi Xi

Oleh Jeremy Huang Wijaya

BANYAK hari besar diperingati oleh warga Tionghoa yaitu imlek, cap go me, ceng beng, tiong chiu, sembahyang onde dan masih banyak lainnya.

Masyarakat Tiongkok kuno dulu merayakan hari Festival Qi Xi. Menurut Hendra Lukito pengamat budaya tionghoa menjelaskan, festival Qi Xi adalah untuk memperingati keterampilan yang biasanya digelar pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan imlek di kalender internasional bulan Agustus.

Hendra Lukito menceritakan, Festival Qi Xi berdasarkan kisah legenda Tiongkok kuno, dimana gadis-gadis muda Tiongkok kuno berdoa meminta supaya dapat meningkatkan keterampilan seni mereka.

Hendra Lukito menjelaskan Festival Qi Xi Berdasar kisah rakyat Tiongkok kuno yang sangat romantis mengenai Niu Lang, Pemuda Gembala sapi yang jujur dan Zhi Nu gadis penenun.

Ketika Niu Lang bersama sapi tuanya diusir oleh istri kakaknya. Pada suatu hari Zhi Nu Dewi, Penenun, beserta Dewi-dewi lainnya turun ke bumi bermain-main di bumi. Berkat sapi, tua Niu Lang bertemu dengan Zhi Nu. Dari sinilah benih-benih cinta diantara mereka tumbuh. Kemudian mereka menikah berbahagia. Niu Lang bercocok tanam dan Zhi Nu menenun kain sutra. Tetapi sayang kebahagian mereka tidak berlangsung lama. Kaisar Langit (Wang Mu Niang) turun ke alam manusia memisahkan mereka, membawa Zhi Nu kembali bersanm Kaisar Langit. Percintaan Niu Lang dan Zhi Nu ini menyentuh hati puluhan juta burung murai (Xi Que) yang kemudian membentuk sebuah jembatan burung murai, untuk mempertemukan Niu Lang dan Zhi Nu.

Di atas jembatan burung murai ini mereka bertemu. Hal ini membuat Permaisuri Kaisar langit tersentuh hatinya mengizinkan mereka untuk bertemu tiap tanggal 7 bulan 7. Hal ini kemudian menjadi tradisi masyarakat Tiongkok kuno.

BACA JUGA:   Warga Tolak Proyek Galian Pasir di Luragung

Menurut Wikipedia, Qi Xi berarti Malam Ketujuh. Kadangkala disebut Hari Valentine Tiongkok, jatuh pada hari ke tujuh dalam bulan ketujuh kalender Tiongkok, maka demikianlah namanya.

Berdasarkan tradisi, gadis muda memamerkan keterampilan seni mereka, terutama mengukir melon, dan memohon agar bersuamikan pria yang baik. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed