oleh

Yang Terjadi Saat Pembuluh Darah Menyempit

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Akibat pola makan dan faktor lainnya, pembuluh darah bisa menjadi kaku dan menyempit. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis berasal dari bahasa Yunani, athero berarti bubur atau lengket, dan scleroris yang berarti keras. Karenanya aterosklerosis bisa diartikan sebagai pengerasan arteri.

Pengerasan dan penyempitan pembuluh darah berjalan pelan selama puluhan tahun, sehingga lama-lama akan membuat arteri tersumbat. Kondisi ini merupakan penyebab serangan jantung dan stroke.

Para ahli menyebutkan, aterosklerosis dimulai dengan kerusakan endotelium (lapisan tipis pada pembuluh darah), akibat tekanan darah tinggi, merokok, atau Kolesterol tinggi. Kerusakan ini memicu terbentuknya plak.

Ketika aterosklerosis terbentuk, timbunan akan terus membesar sampai akhirnya benar-benar menyumbat pembuluh darah. Proses itu bisa terjadi di seluruh tubuh. Akibatnya, bukan hanya jantung yang beresiko, tapi juga stroke dan masalah lainnya.

Meski aterosklerosis bersifat progresif, sebenarnya masih bisa dicegah. Ada beberapa faktor risiko yang bisa kita ubah, misalnya tidak merokok, mengurangi berat badan, olahraga teratur, mengurangi asupan lemak jenuh, dan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

Aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun, sampai seseorang memasuki usia lanjut. Tapi, karena penyempitan menjadi parah, seseorang akan merasakan gejala nyeri, terutama di bagian dada atau kaki saat berjalan. (Net/CT)

BACA JUGA:   Kapolda Jabar Kunker ke Polres Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed