oleh

The NextDev bersama Huawei Konsisten Rangkul Penggiat Digital

Citrust.id – Telkomsel berkomitmen terus bergerak maju memperkuat peran The NextDev Hub sebagai pusat inovasi digital bagi para penggiat industri kreatif digital di Indonesia.

Komitmen tersebt diwujudkan dengan secara konsisten menggelar “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” yang merupakan hasil kolaborasi Telkomsel bersama Huawei. Rangkaian seminar daring tersebut telah menyelenggarakan sesi keempatnya yang mengambil tema “Roads to Cloud Business”, Selasa (7/7).

Manager Cloud Solution Portfolio Management Telkomsel, Ficky Y. P. Sagala dalam sambutannya pada webinar tersebut mengatakan, menghadapi Revolusi Industri 4.0, transformasi digital menjadi hal yang perlu untuk dilakukan oleh para pelaku industri, termasuk pemanfaatan teknologi cloud.

“Maka dari itu, melalui kegiatan The NextDev Hub ini, kita semua perlu bergandengan tangan untuk bersama-sama mengatasi permasalahan implementasi cloud di Indonesia, mulai dari belum banyaknya talenta yang tersedia hingga keterbatasan pengetahuan akan cloud,” ujarnya

Senior Consultant Huawei, Simon Tsang, yang turut hadir dalam seminar daring tersebut mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam menerapkan cloud karena sifat geografisnya sebagai negara kepulauan. Maka dari itu, teknologi cloud menjadi perlu untuk diangkat oleh The NextDev Hub dalam memberikan pengetahuan lebih lanjut mengenai manfaat implementasi komputasi awan, baik itu bagi perusahaan maupun pemerintahan.

“Ekosistem cloud akan terbentuk di Indonesia sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem digital secara menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Penyelenggaraan keempat dari “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” diikuti oleh para talenta muda dan penggiat ekosistem digital di Tanah Air yang berasal dari berbagai inisiatif Telkomsel, mulai dari The NextDev, IndonesiNEXT, dan Telkomsel Innovation Center (TINC). Mereka berbagi pengetahuan dengan para pembicara yang telah berpengalaman di bidang cloud untuk mengetahui manfaat dari penerapan komputasi awan hingga peluang dan tantangan yang ada di Indonesia.

BACA JUGA:   Selingkuhi Istri Orang, Pengusaha Limbah Dibui

Teknologi cloud sendiri belum banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di Tanah Air karena Indonesia masih kekurangan talenta yang memiliki keahlian dalam menjalankan implementasi cloud. Hal tersebut ditambah dengan minimnya pengetahuan akan teknologi cloud yang bisa berdampak pada proses pengambilan keputusan di perusahaan, termasuk kesulitan yang berpotensi dialami oleh korporasi dalam menjalankan manajemen perubahan.

Maka dari itu, fokus implementasi cloud perlu diarahkan ke segmen enterprise dan institusi pemerintahan. Pada segmen enterprise, cloud menjadi salah satu elemen yang mampu memperkuat digitalisasi infrastruktur dan operasional perusahaan. Bahkan, teknologi tersebut juga bisa memberikan peluang bisnis baru bagi korporasi, baik itu secara B2B maupun B2C. Sedangkan implementasi cloud di institusi pemerintahan diperlukan untuk mendorong percepatan penerapan teknologi itu sendiri.

Teknologi cloud sendiri memiliki sejumlah manfaat yang membuatnya perlu untuk dimaksimalkan oleh perusahaan maupun lembaga pemerintahan di Indonesia. Pertama, cloud dapat membantu penggunanya untuk menghemat biaya karena tidak lagi harus memiliki data center dan seluruh infrastruktur disediakan oleh penyedia layanan cloud. Kemudian, ongkos penggunaan layanan cloud tidak akan membebani Capital Expenditure (Capex), tetapi dialihkan ke Operational Expenditure (Opex) sehingga membantu mengakselerasi transformasi digital secara internal dan operasional.

Lebih lanjut, biaya kegagalan (failure cost) cloud yang lebih rendah dibandingkan dengan data center dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan bisnis dan melahirkan lebih banyak inovasi. Sedangkan manfaat berikutnya adalah memungkinkan proses pengembangan produk maupun layanan dilakukan secara virtual karena seluruh kegiatan komputasi dilakukan di ‘awan’.

“Telkomsel berharap, inisiatif ini mampu memberikan manfaat bagi para peserta untuk memperkuat kontribusi positif bagi kemajuan ekosistem digital di Indonesia, khususnya dalam mendorong implementasi cloud di negeri ini. Kami pun mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengoptimalkan teknologi digital untuk menghadirkan cara-cara baru yang memberikan dampak ekonomis dan sosial positif bagi masyarakat luas. Semoga ke depannya akan semakin banyak inovasi yang mampu membantu kita menghadapi kenormalan baru ini dengan baik,” pungkas Ficky. (Haris)

BACA JUGA:   Pilkada Kota Cirebon Butuh Rp36 Miliar, Begini Skema Penganggarannya

Komentar

News Feed