Citrust.id – Berobat kini tidak lagi menjadi hal yang merepotkan bagi Astuti (42), ibu rumah tangga asal Kabupaten Cirebon. Sejak Januari 2025, ia rutin menjalani pengobatan di poli penyakit dalam dengan memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pengalaman tersebut ia rasakan semakin mudah sejak mengenal aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan BPJS Kesehatan.
Astuti mengisahkan, kemudahan layanan kesehatan yang ia terima bermula ketika berobat ke puskesmas. Saat itu, petugas memberikan penjelasan secara rinci mengenai penggunaan aplikasi Mobile JKN, mulai dari cara mengunduh aplikasi hingga memanfaatkan fitur Antrean Online untuk layanan kesehatan lanjutan.
“Awalnya saya diminta oleh petugas puskesmas untuk mengunduh aplikasi Mobile JKN untuk kebutuhan layanan kesehatan lanjutan saya. Setelah itu diajari bagaimana cara mendaftar antrean online. Di fitur itu sudah tertera jelas jam kedatangan dan lokasi fasilitas kesehatan. Bahkan ada kartu digital yang bisa langsung ditunjukkan ke petugas, jadi lebih mudah,” ujar Astuti.
Ia menilai seluruh prosedur pelayanan berjalan tertib dan terarah, sehingga tidak menimbulkan kebingungan, baik saat menunggu pemeriksaan maupun ketika menerima obat. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang ia terima selalu sesuai antrean tanpa adanya perlakuan berbeda antarpeserta JKN.
“Mulai dari antrean semuanya sama. Obat yang diberikan juga lengkap, selalu ada, dan alhamdulillah tidak ada tambahan biaya,” katanya.
Di tengah kesibukannya mengurus rumah tangga, fitur Antrean Online pada aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu fasilitas yang paling membantu. Dengan fitur tersebut, Astuti dapat mengatur waktu kedatangan ke fasilitas kesehatan tanpa harus menunggu lama.
“Biasanya saya ambil antrean dulu lewat aplikasi Mobile JKN. Kalau dapat jadwal agak siang, saya bisa menyesuaikannya dari rumah. Jadi saya tetap bisa mengurus pekerjaan rumah terlebih dahulu tanpa khawatir tidak kebagian antrean,” ujarnya.
Kemudahan yang ia rasakan sejak tahap pendaftaran hingga mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan membuat Astuti menilai Program JKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyebut inovasi digital BPJS Kesehatan, seperti fitur antrean online pada aplikasi Mobile JKN, sangat mempermudah akses layanan kesehatan, terutama bagi peserta yang membutuhkan perawatan rutin.
“Fitur-fiturnya jelas dan mudah dipakai. Saya merasa sangat terbantu, dan saya yakin banyak orang lain juga merasakan hal yang sama, apalagi yang rutin membutuhkan layanan kesehatan seperti saya,” ucap Astuti.
Bagi Astuti, kualitas layanan kesehatan tidak hanya dilihat dari pengobatan yang diterima, tetapi juga dari cara fasilitas kesehatan memberikan edukasi, menyediakan akses yang jelas, serta melayani seluruh peserta secara setara. Selama menjalani pengobatan dengan Program JKN, seluruh hal tersebut ia rasakan secara langsung.













