Perilaku Hidup Sehat dan Gizi Seimbang Kunci Cegah Penyakit

  • Bagikan
Perilaku Hidup Sehat dan Gizi Seimbang Kunci Cegah Penyakit
Perilaku hidup sehat dan gizi seimbang kunci cegah penyakit. (Ist.)

Citrust.id – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dinilai perlu dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan perilaku hidup sehat dan penerapan gizi seimbang.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menegaskan bahwa membangun kebiasaan hidup sehat sejak anak-anak menjadi langkah strategis untuk menekan risiko penyakit di masa mendatang sekaligus menyiapkan generasi yang produktif dan berdaya saing.

Netty mengatakan, kondisi kesehatan yang baik merupakan modal utama bagi setiap individu untuk menjalankan aktivitas, terutama pada usia produktif. Ia menyoroti komposisi penduduk Indonesia yang saat ini didominasi kelompok usia produktif sehingga kualitas kesehatan kelompok tersebut harus menjadi perhatian bersama.

“Saat ini jumlah penduduk usia produktif di Indonesia lebih banyak dibandingkan usia nonproduktif. Karena itu, penting memastikan kelompok usia produktif memiliki kualitas kesehatan yang baik agar mampu berkontribusi secara optimal bagi pembangunan bangsa,” ujar Netty saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI dalam rangka pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Cirebon, Senin (1/12/2025).

Menurut Netty, kualitas kesehatan pada usia produktif tidak dapat dibangun secara instan. Kebiasaan hidup sehat harus ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui konsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari pola hidup sehat yang berkelanjutan.

“Keluarga memiliki peran besar dalam mengedukasi dan membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi sejak dini. Program makan bergizi juga berkontribusi penting dalam memperkuat upaya promotif dan preventif,” katanya.

Ia menambahkan, edukasi gizi dan pembiasaan perilaku hidup sehat pada anak diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih sehat dan tangguh, sekaligus terhindar dari berbagai risiko penyakit di masa depan.

“Upaya ini akan memperkuat fondasi kesehatan masyarakat secara keseluruhan dan menjadi aset penting bagi keberlanjutan pembangunan bangsa,” ucap Netty.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan Cirebon-Kejari Kuningan Terus Bersinergi Sukseskan Program JKN-KIS

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Indra Yana menegaskan, penerapan perilaku hidup sehat merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, tubuh yang sehat memungkinkan setiap orang menjalankan aktivitas secara optimal.

Namun, Indra mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan ketika kondisi tubuh tidak optimal dengan memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam status aktif agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara komprehensif.

“BPJS Kesehatan terus mendorong upaya promotif dan preventif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk peningkatan kesadaran kesehatan bagi siswa di sekolah,” ujar Indra Yana.

Ia menjelaskan, BPJS Kesehatan telah menjalankan sejumlah program edukatif untuk meningkatkan literasi kesehatan generasi muda, seperti BPJS Goes to School, Duta Muda BPJS Kesehatan, serta berbagai kegiatan edukasi lainnya yang menyasar kelompok usia sekolah.

“Melalui rangkaian program ini, kami berupaya memastikan masyarakat, khususnya generasi muda, terdaftar sebagai peserta JKN dengan status aktif sehingga memperoleh perlindungan kesehatan secara optimal,” tutur Indra Yana. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *