Citrust.id – Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Indra Yana, melakukan kunjungan kerja ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cirebon untuk memastikan pelayanan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan optimal dan inklusif.
Kunjungan tersebut dilakukan dengan meninjau langsung proses layanan administrasi kepesertaan sekaligus menyerap masukan dari berbagai pihak guna meningkatkan mutu layanan bagi peserta JKN.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan administrasi kepesertaan yang diberikan kepada peserta sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga inklusif bagi seluruh peserta JKN,” ujar Indra Yana saat kunjungan, Senin (1/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Indra Yana juga meninjau secara langsung implementasi inovasi Teman Dengar JKN yang dikembangkan BPJS Kesehatan Cabang Cirebon bekerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN).
Melalui inovasi ini, seluruh petugas layanan administrasi kepesertaan atau frontliner dibekali kemampuan bahasa isyarat dasar untuk melayani peserta difabel pendengaran atau tunarungu.
Selain komunikasi langsung menggunakan bahasa isyarat dasar, petugas frontliner juga memanfaatkan media visual berupa gambar bergerak dan video yang dilengkapi bahasa isyarat guna menyampaikan informasi seputar Program JKN serta membantu edukasi bagi peserta difabel pendengaran atau tunarungu yang datang ke kantor cabang.
“Ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN, khususnya peserta difabel pendengaran atau tunarungu, sehingga layanan yang diberikan dapat diakses dengan mudah, cepat, dan setara,” kata Indra Yana.
Ia mengapresiasi BPJS Kesehatan Cabang Cirebon atas inovasi pelayanan yang menyasar komunitas difabel pendengaran atau tunarungu bersama GERKATIN. Menurutnya, kolaborasi tersebut mampu menjembatani kesenjangan informasi sekaligus meningkatkan literasi layanan bagi peserta JKN dari kelompok difabel.
“Kami terus mendorong peningkatan layanan peserta melalui pendekatan komunitas seperti kolaborasi Teman Dengar JKN di BPJS Kesehatan Cabang Cirebon. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat diterapkan di kantor cabang lain di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ketua GERKATIN Provinsi Jawa Barat, Rosmayadi, menyambut baik dukungan kemudahan akses layanan yang diberikan BPJS Kesehatan bagi kelompok difabel pendengaran atau tunarungu. Melalui penerjemah bahasa isyarat saat kegiatan monitoring dan evaluasi, ia menilai inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam pemenuhan hak atas informasi bagi penyandang disabilitas.
“Setiap orang berhak berkomunikasi serta memperoleh dan menyimpan informasi melalui berbagai saluran. Namun, pada praktiknya akses tersebut belum sepenuhnya mudah bagi kelompok difabel pendengaran atau tunarungu,” ujar Rosmayadi.
Ia mengatakan, keberadaan petugas frontliner yang memahami bahasa isyarat dasar memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi komunitas tuli saat mengakses layanan publik di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cirebon.
“Dengan adanya inovasi ini, kami sebagai teman tuli merasa senang dan memiliki akses untuk datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cirebon. Petugas di garda depan dapat memahami bahasa isyarat dasar dan melayani teman-teman tuli yang membutuhkan informasi layanan peserta,” kata Rosmayadi.
Rosmayadi berharap inovasi Teman Dengar JKN dapat menjadi contoh bagi penyelenggara pelayanan publik lainnya di berbagai daerah agar akses layanan bagi kelompok difabel pendengaran atau tunarungu semakin merata dan inklusif.
“Semoga ke depan BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi pelayanan yang inklusif sehingga kemudahan akses bagi teman tuli tidak hanya ada di Cirebon, tetapi juga berkembang di daerah lain,” tutup Rosmayadi. (Haris)













