oleh

Pemkab Majalengka Antisipasi Kedatangan Ribuan Pemudik

Citrust.id – Berdasarkan kajian Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, jumlah pemudik yang akan menuju Majalengka diperkirakan mencapai 5.200 orang. Pengumuman pemerintah tentang larangan mudik mendorong mereka pulang lebih awal.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi, mengatakan, Pemkab Majalengka telah mengantisipasi kedatangan para pemudik. Setiap pendatang wajib lapor ke posko di kecamatan atau desa. Di sana mereka akan diberikan penjelasan dan penyuluhan serta disemprot disinfektan.

Selanjutnya mereka akan diminta isolasi diri selama 14 hari. Pendatang yang merasakan indikasi panas, batuk dan sesak nafas diminta untuk ke puskesmas. Nanti puskesmas menindaklanjuti apakah harus dirujuk atau cukup istirahat di rumah.

“Kondisi ini akan berjalan dan terkendali secara efektif jika semua pihak proaktif. Mencegah mudik tidaklah mudah, variabelnya sangat komplek, menyangkut multi-kepentingan. Oleh karena itu, upanya pengendalian dan koordinasi sangat penting. Saya imbau kepada para pendatang untuk betul-betul menahan diri untuk berada di rumah,” tegasnya.

Karna menyampaikan, sebagai antisipasi, terdapat 41 ruangan di Majalengka. Terkait rapid test, Kabupaten Majalengka baru menerima 120 buah dan sekarang diarahkan kepada tenaga medis yang memiliki risiko penularan. Diharapkan pemprov memberikan bantuan untuk pengadaan rapid test di Majalengka.

“Selain itu, kami sudah merancang dan membangun Tim Gerak Cepat (TGC) serta relawan dari berbagai elemen masyarakat, menyiapkan bilik steril di setiap masjid, menangani kedatangan perantau dengan pemeriksaan di batas kota,” tandasnya. (Abduh)

BACA JUGA:   Ratusan Pedagang di Kuningan Ikuti Rapid Test Massal

Komentar

News Feed