oleh

Pemkab Indramayu Ngotot Ingin Bangun Pelabuhan Internasional

INDRAMAYU (CT) – Pemerintah Kabupaten Indramayu mengaku serius dalam perencanaan pembangunan pelabuhan internasional, terkait keinginannya pembangunan pelabuhan internasional, bahkan rencana akan ada pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Pemerintah Pusat.

“Kami akan melakukan pertemuan dengan Deputi Koordinasi Bidang Perniagaan dan Industri untuk mengurusi investasi, Deputi Koordinasi Bidang Percepatan Infrastruktur untuk mengurusi kawasan strategis nasional dan tata ruang, hubungan laut serta Deputi Koordinasi Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk mengurusi kehutanan” kata Anggota Komisi A DPRD Indramayu, Didi Mujahiri.

Didi menjelaskan sekitar 2.324 hektare lahan harus disiapkan namun masih terbentur dengan status hutan lindung. “Akan tetapi kami masih optimis , kami masih meyakinkan bahwa Indramayu layak menjadi pelabuhan Internasional” ucapnya kepada CT, Senin (04/01).

Dia mengatakan pihaknya akan lebih intents menindaklanjuti perencanaan pembangunan pelabuhan di Indramayu dengan sudah membentuk tim khusus, “jadi meskipun Pemerintahan Kabupaten Indramayu dalam keadaan transisi itu tidak berpengaruh kepada rencana pembangunan pelabuhan” terangnya.

Selain itu, kata dia , upaya lainnya agar Indramayu layak dibangun pelabuhan Internasional dengan memberikan akurasi data-data.

“Pembangunan pelabuhan Internasional tersebut diharapkan akan membuat perekonomian Indramayu lebih maju” ujarnya.

Seperti diketahui, Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Indramayu, Susanto menyatakan Kabupaten Indramayu sudah menyiapkan lahan seluas 2.324 hektare untuk pelabuhan dan kawasan industri penopangnya. Saat ini, pihaknya sedang menempuh berbagai proses administrasinya.

Ketika disinggung mengenai Kecamatan yang akan menjadi lokasi pelabuhan dan kawasan industri, Susanto enggan menjawab. Namun, dia memastikan lahan tersebut 100 persen milik Perhutani.

“Karena lahan Perhutani, para spekulan tidak bisa bermain di situ, lokasinya sekitar 8-12 kilometer dari jalur pantura. Kalau tanah-tanah yang di luar itu, spekulan silakan main di sana,” tegas Susanto.

BACA JUGA:   Anggota DPRD Jabar Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Lansia

Saat ditanya sudah sejauh mana tahapannya, Susanto menyebutkan, sedang memproses perizinan dan lainnya. Adapun yang sedang dipersiapkan, di antaranya surat-menyurat, komunikasi ke Provinsi dan pusat untuk memulai izin.

Berbeda dengan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Z. Joko Hartawan yang enggan memberikan jawaban secara pasti. Namun, dia membenarkan Kabupaten Indramayu sudah disurvei oleh konsultan, yakni di Balongan dan Eretan. Daerah lain yang juga telah disurvei di antaranya Patimban, Subang dan Cirebon.

“Tapi saya luruskan, bukan di Eretan dan Balongan. Eretan sudah ada pelabuhan perikanan dan Balongan sudah menjadi pelabuhan khusus,” kata Joko. (Dwi Ayu)

Komentar

News Feed