oleh

Gandeng BNN, KPM Megu Cilik IAI Bunga Bangsa Sosialisasikan Bahaya Narkoba

CIREBON (CT) – Sosialisasi narkoba memang harus dilakukan hingga ke pelosok daerah. Hal tersebut dilakukan mengingat para bandar narkoba kini mengincar daerah pinggiran sebagai basis peredaran barang haram tersebut.

Hal tersebut diutarakan perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon Sidik Linggakusuma saat sosialisasi tentang bahaya narkoba di Desa Megu Cilik, Kabupaten Cirebon.

Sosialisasi sendiri dihelat oleh KPM Megu Cilik IAI Bunga Bangsa di Mushola Griya Damai Lestari 4 Desa Megu Cilik Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon berjalan penuh kekeluargaan. Sidik, sebagai perwakilan BNN sendiri menyatakan bahwa Indonesia kini dalam keadaan darurat narkoba.

Dalam UU Nomor 35 Tentang Narkoba, ujar Sidik, menjelaskan bahwa barangsiapa yang sengaja memiliki, menyimpan, dan mengedarkan narkoba harus siap dihadapkan dengan hukum yang berat.

“Hukuman penjara seumur hidup dan hukuman mati siap menanti,” papar Sidik.

Sementara, Ketua KPM Megu Cilik IAI Bunga Bangsa, Nurzini Fazilet menyatakan, sosialisasi ini memberikan harapan agar warga mengerti soal bahaya narkoba, dan bisa menjaga putra-putri serta keluarga dari ancaman narkoba.

“Peran orangtua sangat besar sekali. Masyarakat diberi penyuluhan bagaimana ciri-ciri orang yang terkena narkoba dan cara merehabilitasinya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya Megu Cilik. Untuk meminimalisir angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia,” ujar wanita yang akrab disapa Eva itu, kepada CT, Senin (15/08). (Wilda)

BACA JUGA:   Jelang Pelantikan Presiden, Aparat Keamanan dan Pemkab Majalengka Doa Bersama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed