oleh

DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Lokasi Parkir Warung Empal Gentong Batembat

Cirebontrust.com – DPRD Kabupaten Cirebon meminta para pengusaha kuliner di kawasan Batembat, Kecamatan Tengah Tani, Labupaten Cirebon menaati himbauan, agar menyediakan lahan parkir. Selama ini, tidak tersedianya lahan parkir di tempat kuliner di jalur pantura tersebut, akibatnya kendaraan parkir di separuh badan jalan negara.

Hal itu, sering menghambat pengguna jalan, karena sering menyebabkan kemacetan parah. Seperti yang terlihat saat libur selama tiga hari kemarin, Sabtu-Senin (10-12/12).

Sebagian pengguna jalan, mengeluhkan macet yang yang terjadi pada jalur utama Plered hingga bunderan Kedawung yang biasa ditempuh hanya 15 menit, jadi terjebak hingga 1 jam lebih.

“Padahal sudah ada himbauan untuk menyediakan lahan parkir, tapi tidak dipatuhi. Jadi, kami tekankan mereka mau menyediakan lahan parkir atau pindah dari situ,” tegas Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Sofwan kepada CT, Rabu (14/12).

Menurutnya, secara aturan sudah jelas jika jalur Batembat merupakan jalan nasional. Maka, tidak diperbolehkan sama sekali badan jalan nasional digunakan sebagai tempat parkir.

“Kami juga heran, kenapa untuk kawasan kuliner seterkenal mereka kok susah sekali membuat lahan parkir. Paling hanya ada beberapa tempat saja yang menyediakan lahan parkir, sisanya tidak ada,” ucapnya.

Sofwan juga menambahkan, tidak dipungkiri jika kawasan Batembat merupakan kawasan yang sudah cukup terkenal hingga ke luar daerah.

Menu khas empal gentong yang menjadi ciri daerah Cirebon, juga mulai terkenal dari kawasan ini. Namun, menurutnya, pengusaha kuliner juga harus memperhatikan warga lain yang menjadi pengguna jalan.

“Kami minta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu untuk tidak memberikan izin tempat kuliner baru di kawasan itu jika pengusahanya diketahui tidak menyediakan lahan parkir,” ujarnya.

BACA JUGA:   Terduga Teroris di Kalijaga Permai Ditangkap Saat Kendarai Motor

Rencana pembangunan tempat kuliner yang akan ditempatkan di belakang Pasar Batik, menurut Sofwan, merupakan strategi yang jitu, agar kawasan Batembat tidak terlalu penuh kendaraan parkir. (Iskandar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed