oleh

Berbeda Zaman, Guru Diminta Ubah Cara Mengajar

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Ketika orang tempo dulu berkata atau bercerita mengenai seluk beluk kehidupan semasa sekolah, maka yang akan diceritakan adalah perangai guru yang galak, kejam, dan serius. Karena perangai itu pula siswa zaman dahulu diklaim lebih pintar dan penurut. Tentu sangat berbeda dengan pendidikan hari ini dan karakteristik peserta didik pun sangat berbeda.

Hal senada pun diungkapkan oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam dialog pendidikan ‘Memajukan Pendidikan Nasional dan Peningkatan Peran PGRI di Tengah Perubahan’ yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dulu, pada 1950-an dan 1950-an, guru memukul murid dengan penggaris merupakan hal yang biasa. Tapi sekarang dengan UU yang ada, hal itu bisa jadi kriminal.

Jangan sampai terjadi lagi, Kalla mencontohkan, Guru Biologi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bantaeng, Nurmayani Salam ditahan karena pencubitan yang dilakukan pada Agustus 2015. Tak terima dicubit guru, murid tersebut kemudian melapor kepada orang tuanya yang berprofesi sebagai polisi yang kemudian melapor ke pihak berwajib.

Oleh karena itu, Kalla meminta guru harus mengubah metode pengajarannya dengan cara yang lebih menyayangi. Wapres juga berpesan agar guru terus belajar karena tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa. “Guru itu tugasnya mencerdaskan bangsa. Maka guru juga harus cerdas. Ujian guru harus lebih ketat dibandingkan lainnya. (Net/CT)

BACA JUGA:   Pembinaan Teritorial Cegah Paham Radikalisme

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed