oleh

Berawal Dari Hobi, Lukisan Kaca Jadi Go International

CIREBON (CT) – Melukis dengan media kanvas mungkin sudah tak asing lagi didengar, dan menjadi hal yang biasa. Berbeda dengan seni lukis kaca yang merupakan lukisan dengan menggunakan media kaca sebagai bidang gambar dan cara melukisnya pun menggunakan prinsip terbalik.

Selain sensasi penggambaran yang menarik, seni lukis kaca juga menawarkan cara melihat yang berbeda dibandingkan dengan melihat lukisan kanvas. Tekniknya pun lebih rumit ketimbang melukis dengan kanvas.

Di Cirebon, ada salah satu pelukis yang menggunakan media kaca. Esa, warga Sarabau Kecamatan Plered. Ayahnya yang juga seniman pembuat wayang kulit, menurunkan bakat seninya kepada Esa. Hal ini sudah ia jalani selama 15 tahun.

“Walaupun keturunan darah seni, untuk keahlian melukis, saya dapatkan sendiri. Belajar otodidak,”paparnya.

Pria berusia 38 ini juga mengatakan, sewaktu kecil ia sering mendatangi stasiun Kejaksan untuk melihat sejumlah lukisan yang dipajang di sepanjang jalan yang menuju stasiun. “Saking seringnya, jadi seneng sampai akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia seni lukis kaca,” tukasnya.

Hasil karya lukis kaca Esa juga sudah mencapai go Internasional. Peminatnya datang dari berbagai negara, seperti Belanda, Perancis, Jepang, dan Jerman. Bahkan, ia pernah menjual hasil karyanya seharga 15 juta rupiah. Lukisan tersebut dibeli oleh pemilik hotel tempat ia menggelar pameran pada tahun 2010 lalu.

Menurut Esa, lukisan kaca yang merupakan salah satu ikon Cirebon, harus terus dilestarikan dan dipertahankan. Maka dari itu, peran pemerintah dibutuhkan dalam hal ini, tentunya sebagai tonggak dari keberhasilan para seniman daerah. (CT-108/Linda)

Komentar

News Feed