oleh

Warsito, Penemu Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) Berniat Menjual Temuannya ke Negara Lain

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Penemu Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) untuk terapi kanker, Warsito Purwo Taruno, menyatakan niatnya untuk menjual temuannya ke negara lain. Hal ini dilakukan jika tidak ada kejelasan mengenai kelanjutan nasib teknologi temuannya itu di Indonesia.

Selain ECCT, Warsito juga menciptakan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) untuk diagnosis kanker hanya dalam beberapa detik.

Menanggapi hal itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, berharap hal itu tidak akan terjadi. Sebab, Kemenristekdikti telah berjuang ‘mati-matian’ lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), agar alat yang diciptakan Warsito bisa diproduksi di dalam negeri.

Maka dari itu, saat ini, kata Nasir, dua Kementerian, Kemenristekdikti dan Kemenkes terus berupaya untuk ‘menyelamatkan’ agar teknologi Warsito, ECCT dan ECVT suatu saat berlisensi Made in Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Warsito mengatakan, kerja sama dengan Singapura kemungkinan akan dimulai pertengahan tahun ini. Lalu, beberapa negara lainnya kini tengah menunggu untuk penandatanganan kesepakatan (MoU), seperti Jepang, Polandia dan Timur Tengah.

Mengenai lisensi yang dicantumkan, Warsito menyebut bahwa akan tetap memperjuangkan nama ‘Indonesia’ agar tetap dituliskan dalam produk yang dibuatnya. (Net/CT)

BACA JUGA:   Antisipasi Banjir, Warga Kadipaten Gotong-royong Bersihkan Sungai

Komentar

News Feed