oleh

Suteja Bocah 11 Tahun Alami Syndrome Steven Jhonson

Cirebontrust.com – Sutedja (11), warga Blok Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan sudah satu tahun ini merasakan perih dan panas di sekujur tubuhnya. Kulitnya seolah mengelupas, terasa gatal, panas dan meninggalkan bekas kehitaman, mulai dari kepala hingga kaki.

Putera bungsu dari Warsih (43 tahun) ini terpaksa berhenti sekolah sejak setahun yang lalu. Harusnya saat ini Teja, begitu ia disapa, duduk di kelas 4 SD. Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat Teja hanya ditangani seadanya. Warsih hanya seorang petani, sementara ayah Teja sudah meninggal dunia sejak tiga tahun yang lalu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menduga Teja mengalami penyakit langka, sindrom Steven-Johnson. Penyakit tersebut terbilang langka, sebab dari sekian ribu orang, hanya satu yang kemungkinan terjangkit penyakit ini. Jika di Kabupaten Cirebon memiliki 2,3 juta jiwa penduduk, diperkirakan hanya lima orang yang menderita penyakit serupa Teja.

Masyarakat Blok Gunung Santri penasaran dengan sakit yang diderita Teja. Sebab, sangat jarang ada seseorang yang mengalami penyakit ini. Kakak Teja, Lilis Setyaningsih mengatakan, keluarga pun tidak mengetahui jenis penyakit yang diderita adiknya ini. Tiba-tiba saja, suatu malam setahun yang lalu Teja menangis semalaman dan mengungkapkan jika badannya terasa panas.

“Semalam Teja terus menangis, merasa panas tubuhnya, saat itu makan hari, pagi nya sudah merah semua. Saat digaruk, terasa perih. Lalu beberapa hari kemudian kulitnya jadi kehitaman,” kata Lilis.

Teja sebenarnya anak periang. Dia senang bermain bola di sekitar rumahnya. Teja pun rajin sekolah, meski SD di mana Teja sekolah lokasinya cukup jauh yakni di Desa Kedondong Kidul. Menurut Lilis, meski sekolahnya jauh dan Teja hanya berjalan kaki ke sekolahnya ini, namun Teja jarang sekali membolos kecuali saat sedang sakit.

BACA JUGA:   Polres Majalengka Ringkus Tiga Pelaku Judi Togel

Menuju rumah Teja pun ternyata cukup sulit. Lokasi rumahnya berada di belakang bukit Gunung Santri dengan kualitas jalan yang buruk. Di sekitar rumah Teja hanya memiliki dua tetangga, masuk ke gang kecil dan seolah terisolasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Dwi Sudarni mengungkapkan, penyakit Steven-Johnson memang sangat langka. Penyakit ini bisa disebabkan reaksi dari alergi obat yang ekstrem.

“Kalau ditangani secara baik, penderita bisa sembuh total. Namun, kalau memang penanganannya tidak baik maka¬† bisa menyebabkan kematian,” ujar Dwi.

Menurutnya, jenis penyakit ini tidak menular. Sehingga, warga Blok Gunung Santri jangan mengkhawatirkan soal penularan penyakit yang diderita oleh Teja. (Iskandar)

Komentar

News Feed