oleh

Situs Sultan Matangaji Cirebon Hancur, Pengelola Ungkap Keistimewaan Situs

Citrust.id – Situs Sultan Matangaji di Kampung Melangse Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon hancur, beberapa hari lalu. Situs tersebut merupakan tempat bertapa Sultan Matangaji bertahun-tahun.

Perlu diketahui, Matangaji adalah julukan bagi Sultan Shafiudin, beliau merupakan Sultan ke V dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon yang bertahta pada 1753-1773. Dijuluki Matangaji karena beliau merupakan seorang Sultan yang matang dalam mengaji atau pandai dalam ilmu agama.

Namun, salah satu jejak kini tiada, diduga adanya pembangunan perumahan. Pengelola situs, Kurdi mengakui tak ada informasi apapun atas pembongkaran situs. Lokasinya yang berada di pinggir sungai, tak ada akses lagi bagi warga.

“Dibangun tidak bilang. Tidak jelas, untuk pembangunan apa. Mereka pada kerja, saya diam saja. Tidak menghargai sama sekali itu. Tersinggung sih tersinggung, tapi saya tidak boleh marah,” ujar Kurdi saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Kurdi juga mengakui, tidak ada ijin tetangga. Karena sebagai pengelola pun tidak dilayani. “Katanya si perumahan elit, tapi jelasnya tidak tahu,” katanya.

Di sisi lain, Kurdi menceritakan kisahnya selama mengelola situs Matangaji selama belasan tahun ini. Karena kejadian gaib dan mistis kerap muncul. Misalnya, saat beberapa bata merah diambil untuk membangun rumah.

“Saat itu, rumah didatangi banyak monyet. Namun setelah bata merah situs dikembalikan semula, tak ada lagi monyet yang datang,” ujarnya.

Selain itu, pada saat tentara belanda menyerang kampung di sekitar situs, tidak melihat adanya masyarakat. “Belanda tidak bisa melihat apa-apa, padahal di sini tempatnya tentara. Mereka tidak bisa melihat karena dilindungi Sultan Matangaji,” ungkapnya.

Saat ini, Situs Matangaji hanya tersisa puing-puing bata merah berukuran besar yang tertimbun tanah urugan dari beko. (Aming)

BACA JUGA:   Waspada Covid-19, Objek Wisata di Majalengka Diimbau Tutup Sementara

Komentar

News Feed