oleh

Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon Geram setelah Situs Matangaji Hancur

Citrust.id – Hancurnya Situs Sultan Matangaji di Kampung Melangse Kelurahan Karyamulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, mendapat respon dari Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat SE mengakui sudah mendapati informasi terkait rusaknya situs. “Akan segera ditindaklanjuti. Siapapun yang membangun atau beraktivitas di Cirebon harus menghargai situs purbakala,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (18/20).

Sultan Arief juga saat ini masih menunggu laporan resmi dari penanggungjawab yang ada di internal keraton yang sedang menindaklanjut polemik situs ini.

“Intinya di Cirebon banyak situs yang
harus dijaga, jadi kepada pengembang atau siapapun untuk berhati-hati jika mau membangun. Dilihat dulu kondisi lahannya,”
kata Arief.

Situs yang hancur, kata Arief, adalah petilasan Matangaji yang merupakan Sultan ke V Keraton Kasepuhan Cirebon, serta bagian sejarah peradaban Cirebon.

“Saya juga akan tanya langsung ke juru kuncinya situs itu bagian dari sejarah nenek moyang kami,” ujar Sultan Arief.

Arief menjelaskan, situs tersebut berada di wilayah hutan larangan. Muaranya ke Gua Sunyaragi, yang sebelumnya sebagai tempat persembunyian pejuang Cirebon seperti Sultan Matangaji.

“Kalau bersembunyi dari kejaran Belanda di Gua Sunyaragi. Selain di situ, di perkampungan namanya Desa Matangaji. Karena di desa itu ada ahli membuat senjata,” ungkap dia.

Sultan Arief mengaku akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Tidak menutup kemungkinan, pelaku pengrusakan situs dilaporkan ke pihak berwajib.

“Dalam Undang-undang Cagar Budaya, ada poin tentang pelestarian dan pengembangan situs. Jadi, kalau dirusak ya tahu sendiri bagaimana,” kata dia. (Aming)

BACA JUGA:   Polres Majalengka Musnahkan 465 Gram Sabu

Komentar

News Feed