oleh

Seni Tempel Keramik, Buah Karya Masyarakat Cirebon di Masa Lampau

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Di bangunan-bangunan jaman dulu atau gapura yang baru-baru ini ada di Kota Cirebon. Sering terlihat ada tempelan keramik entah berupa piring kecil atau besar. Kenapa Cirebon sangat identik dengan seni tempel keramik-keramik itu?

Pada abad ke-17, keramik tak hanya menjadi perabotan saja. Seni keramik tempel hias sangat mempengaruhi arsitektur di kawasan Cirebon. Teknik hias ini banyak dijumpai pada bangunan tradisional seperti keraton, masjid, ataupun makam. Sebenarnya teknik seni keramik tempel hias ini telah dikenal sejak abad ke-16 terutama di wilayah Eropa, Asia, dan Mediterania. Teknik keramik tempel hias ini, masuk ke kawasan Cirebon dalam beberapa tahap yakni pada tahap 17, 18, dan 19. Negara yang memberikan pengaruh adalah Cina, Belanda, dan Jepang. Uniknya, aneka jenis perabotan keramik ini digunakan sebagai penghias tembok bangunan-bangunan penting di Cirebon seperti yang dapat ditemukan di bangunan keraton Cirebon. Seni teknik hias tempel keramik ini merupakan seni keindahan yang lahir dari orisinalitas buah pikir masyarakat Cirebon pada masa lampau.

Motif keramik tempel hias yang paling khas di Cirebon adalah motif mega mendung serta motif karang. Seni teknik keramik tempel hias ini juga mempercantik komplek wilayah Makam Sunan Gunungjati dipercantik dengan wadah keramik yang ditempel sebagai hiasan dinding pada pintu masuk Gapura Bentar dan Gapura Paduraksa. Keramik pada komplek Makam Sunan Gunung Jati ini bernuansa keramik Cina namun dengan akulturasi budaya Arab dengan beberapa kalimat kaligrafi bernapaskan Islam. (Net/CT)

BACA JUGA:   Sebanyak 163 Rumah akan Dibangun melalui Program BSPS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed