oleh

Polisi Masih Dalami Kasus Penyebaran Pamflet Bernada Sara

Cirebontrust.com – Pengurus masjid Aljamaah yang berada di Komplek Pertamina Klayan, Kabupaten Cirebon, Ustaz Asep mengaku kaget melihat brosur yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Menurut Ketua DKM Masjid Aljamaah itu, dirinya merasa kaget karena brosur yang ditemuinya bernada provokatif tidak disetujui oleh pihaknya (Pengurus Masjid, red), tapi bisa lolos beredar. Dari situ, akhirnya pihaknyajuga langsung menelepon panitia untuk membatalkan acara bedah buku tersebut,

“Semalam acara bedah buku itu resmi dibatalkan,” ungkapnya.

Karena tidak diijinkan oleh pengurus masjid, acara bedah buku itu sempat tetap dilaksanakan dengan berpindah ke masjid Abdurahman Panjunan Kota Cirebon, sehingga akhirnya memancing sejumlah LSM untuk membubarkanya.

Sementara Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid AB mengatakan dari ke 25 orang panitia bedah buku itu, satu di antaranya seorang pembicara, Ustaz Bernard Abdul Jabbar.

“Kita masih lakukan pendalaman, apakah benar dahulu seorang misionaris masuk Islam atau bagaimana. Tak hanya itu, Kami juga sudah berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Cirebon, agar menjaga dan bersama-sama mendukung keberagaman,” katanya.

Namun demikian, menurut keterangan dari panitia mengaku bahwa pamflet yang telah beradar itu merupakan pamflet lama yang belum diganti sebelum acara digelar di Klayan.

“Yang pasti kita tetap akan cari tahu, siapa yang menyebarkan atau mengunggah pamflet tersebut di media sosial,” tukasnya. (Johan)

BACA JUGA:   Menanti Sentuhan Kadis Baru Kelola Pariwisata Kota Cirebon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed