oleh

Penderita Diabetes Tidak Perlu Takut dengan Menu Lebaran

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Opor berkuah kuning ditambah taburan bawang goreng siap menemani potongan-potongan ketupat dan daging semur, ada di meja makan. Lalu, di meja tamu ada manisnya tiga sekawan, putri salju, nastar, dan kastengel.‎

Seperti itulah kira-kira gambaran suasana lebaran di dalam rumah masyarakat Indonesia pada umumnya. Meja makan dipenuhi berbagai menu yang mengandung berjuta kenikmatan sekaligus beragam efek samping.

Menu-menu tersebut sebenarnya tidak masalah untuk sesekali dikonsumsi, laiknya bila kita menghadiri perjamuan atau pesta. Namun, deretan makanan ini menjadi perkara ketika disantap penyandang gangguan metabolisme atau komplikasi penyakit. Misalnya, bila disantap penderita diabetes.

Seorang diabetesi memiliki kewajiban tak tertulis untuk selalu menjaga kadar gula darah dan kesehatan. Semua makanan seakan menjadi musuh ketika hari lebaran tiba.

Sebenarnya, menjaga kadar gula darah selama lebaran tidak berarti Anda harus mengindari santapan lebaran. Efek samping merupakan buah dari makan terlewat banyak atau sajiannya itu sendiri.

Anda tetap bisa makan enak asal cermat dalam memilih nikmat mana yang ingin dirasakan. Kalori dalam opor ayam menjadi tinggi karena pengaruh kuah santannya.

Alternatif yang lebih sehat adalah Anda cukup mengambil dagingnya saja. Ingat, Anda pun sebaiknya tidak kalap makan ketupat karena satu buahnya mengandung 176 kalori.

Selain itu, selektiflah dalam menyendok lauk saat makan. Hindari memakan beberapa lauk sekaligus dalam jumlah banyak, karena Anda sama saja menimbun kalori dalam waktu bersamaan.

Saat menyantap beragam makanan di atas, tidak ada salahnya bila Anda seimbangkan dengan mengonsumsi air putih. Minuman netral ini dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama dan membantu tubuh mengeluarkan racun melalui keringat serta air. (Net/CT)

Komentar

News Feed