oleh

Nelayan Enggan Melaut, Pengusaha Ikan Asin Terancam Gulung Tikar

INDRAMAYU (CT) – Sejak kenaikan BBM beberapa waktu lalu, para nelayan di Indramayu menjadi enggan untuk melaut, dikarenakan budget untuk perbekalan membengkak. Dampak ini dirasakan oleh para penjual ikan asin di Kabupaten Indramayu, pendapatan ikan yang semakin menurun membuat sebagian penjual ikan asin terancam gulung tikar.

Penjual ikan asin yang berada di beberapa desa di Kabupaten Indramayu mulai mengeluhkan penghasilannya yang kian menurun drastis, karena ikan yang susah didapatkan. Misalnya saja Ramini (60) salah satu penjual ikan asin di Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, Selasa (2/12).

Ramini mengatakan bahwa sudah beberapa bulan ini ia sangat sulit mendapatkan ikan, biasanya ia sangat mudah mendapatkn ikan bahkan pernah tidak bisa menampungnya. Hal ini baru ia rasakan selama bertahun-tahun berjualan.

“Sudah beberapa bulan terakhir ini saya sangat sulit mendapatkan ikan, mungkin karena banyak nelayan yang tidak melaut, hal ini baru saya rasakan selama bertahun-tahun saya berjualan, ditambah akan tiba musim hujan,” ujarnya.

Masih menurut Ramini, hal ini sangat berdampak pada penghasilannya, biasanya ia bisa menjual ikan asin sebanyak 2 kwintal perbulan, akan tetapi sekarang ia hanya bisa menjual 1 kwintal perbulan. Ia pun mengatakan bahwa biasanya perkilo ia bisa menjual seharga Rp. 10.000 – Rp. 15.000.

“Dampak itu sangat saya rasakan, biasanya saya biasa menjual ikan asin sebanyak 2 kwintal perbulan sekarang hanya 1 kwintal perbulan, perkilonya saya biasa menjual Rp. 10.000 – Rp. 15.000 itu semua jenis ikan, yang kurang bagus ikannya saya jual Rp. 10.000 dan yang bagus itu Rp. 15.000, saya tidak berani menaikkan atau menurunkan harga , kalau saya turunkan harga saya rugi banyak sedangkan kalaupun saya naikkan harganya takut pembelinya pada kabur,” paparnya.

BACA JUGA:   Milna Peduli Kebutuhan Gizi Balita Indonesia

Ia pun berharap hal ini bisa secepatnya bisa dipecahkan, ditambah akan musim hujan, pasalnya, jika musim hujan tiba, ia terpaksa harus menutup usahanya itu.

“Saya berharap ini cepat mendapatkan solusi yang baik, ditambah akan musim hujan kan tidak ada panas, saya terpaksa akan menutup usaha saya. Karena usaha ikan asin ini harus melalui proses penjemuran sekitar 2 hari jadi kalau musim hujan ya terpaksa ditutup.” Keluhnya. (CT-112)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed