oleh

Mengenal Jenis-Jenis Kereta Inspeksi di Indonesia

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Kereta inspeksi Wijaya Kusuma adalah kereta inspeksi (biasa disebut KAIS) biasa dipakai oleh pejabat/direksi dan tamu penting dari PT Kereta Api Persero untuk Inspeksi, dan juga bila presiden akan berpergian naik Kereta Api, KAIS inilah yang menjadi pembuka jalan yang berada di depan Kereta Kepresidenan. Selain KAIS, Jenis-jenis kereta inspeksi di Indonesia yaitu:

1. Kereta Inspeksi Rail One: Rail One adalah satu unit KRD milik Indonesia yang digunakan khusus untuk Presiden Indonesia, ataupun para pejabat-pejabat pemerintahan yang hendak melakukan inspeksi atau pergi ke wilayah tertentu untuk suatu tujuan pemerintahan. Rangkaian kereta ini hanya terdiri dari dua kereta yang dijadikan satu rangkaian. KRD Rail One ini digunakan layaknya Air Force One di Amerika Serikat.

2. Kereta Inspeksi Sriwijaya: Kereta Api Inspeksi Sriwijaya milik Divisi Regional 3 Sumatra Selatan, dengan kode seri KD1 82202, Merupakan hasil modifikasi rangkaian MCW-302 dengan kapasitas angkut 30 orang, yang memiliki double cabin, Awalnya bernama KA ‪‎Pasopati‬ dari dipo Bandung, kemudian dipindahkan ke Divre 3, berganti nama menjadi KAIS Sriwijaya, Interior depan terdapat kabin dan sofa, ruang tengah dengan multimedia dan meja panjang untuk rapat/makan, Memiliki livery yang sama dengan ‪‎KAIS Wijaya Kusuma‬, hanya berbeda warna striping, untuk KAIS Sriwijaya berwarna emas.

3. Kereta inspeksi Merbabu dan Ciremai: Kereta inspeksi ini juga digunakan khusus oleh pejabat Kementrian Perhubungan, untuk perjalanan inspeksi atau tujuan kedinasan, sama seperti kaldera toba dan semeru.6. Kereta inspeksi kedinasan ( Barito + Kapuas + Mahakam + Kahayan + Martapura ). Berbeda dengan kereta inspeksi lain yang bisa berjalan sendiri, kais kedinasan ini harus ditarik Lokomotif, dan Lokomotif spesialisnya yaitu Lok CC 300 buatan PT. INKA Madiun ketika inspeksi oleh jajaran pejabat kemenhub ataupun ditjen perkeretaapian, Kereta kedinasan tersebut diambil dari nama sungai yang ada di pulau Kalimantan. (Net/CT)

BACA JUGA:   Komisi II DPRD Kota Cirebon Pertanyakan Konsep Cirebon Bersih DLH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed