oleh

Memasuki Awal Musim Kemarau, Petani di Indramayu Mulai Sedot Air dari Sungai

INDRAMAYU (CT) – Meski sebenarnya masih dalam pergantian musim dari penghujan ke musim kemarau, sebagian petani di sejumlah daerah di Indramayu, sudah menggunakan pompa untuk menyedot air dari saluran irigasi menuju petakan sawah mereka, menyusul surutnya saluran irigasi memasuki musim kemarau saat ini.

“Sudah sekitar dua pekan kami selalu menggunakan pompa agar bisa memperoleh air untuk mengairi areal sawah, karena kondisi irigasi memang sudah mulai surut,” kata Sujadi (34), Petani desa Jangga, Selasa (12/07).

Dikatakannya, tidak ada cara lain agar tanaman padinya tidak gagal panen, selain dengan memompa air dari sisa air di saluran irigasi. Karena itu para petani di wilayahnya rela berjam-jam hingga berhari-hari untuk memompa air agar areal tanaman padinya bisa terairi.

Menurutnya, hampir kebanyakan petani di Indramayu saat ini membutuhkan air. Tanaman padi yang rata-rata mulai berumur satu bulan lebih, sangat membutuhkan asupan pengairan yang cukup. Meski sejak beberapa minggu terakhir hujan sudah tidak lagi turun.

Kondisi ini jelas membuat petani kelimpungan, apalagi mereka baru saja menebar pupuk yang harganya tidak murah. Pemupukan tanpa disertai kecukupan air justru membuat pertumbuhan tanaman kurang baik.

Alhasil, hampir di semua wilayah Indramayu, di antaranya di Kecamatan Terisi, Losarang, Kandanghaur, yang merupakan kawasan tadah hujan, petani disibukkan dengan rutinitas menyedot air dari sungai meski volume air tidak terlalu banyak, yang terpenting bagi petani bisa membasahi sawah mereka dan petani harus begadang setiap malam di sawah.

“Ya harus ngalahi setiap malam nyedot pakai diesel, tapi sekarang air kiriman sungai baru datang sejak semalam dan cukup banyak,” cetusnya

Dirinya tak sendirian, banyak petani yang saat ini tiap malam harus menginap di sawah mereka, sekedar menunggu mesin diesel untuk menyedot air dari sungai Sapton. Bahkan tak jarang, saat malam hari kondisi sawah yang gelap gulita justru ramai oleh para petani yang tengah menyedot air.

BACA JUGA:   Usai Cerai Langsung Dapat e-KTP dan KK dengan Status Baru

Sementara, Kuwu desa Jangga, Nedi Prasetyo A.md, bersama sejumlah pamong desa dan petani sekitar ikut membantu dalam menyedot air di sungai untuk mengairi sawah-sawah petani.

“Kita bantu sedot air dari sungai Cipanas ke sungai Sapton, agar petani di desa Jangga tak lagi menyedot dari sungai, nanti air yang sudah di sedot dari sungai sapton ini langsung bisa mengairi ke petakan sawah mereka,” pungkasnya. (Didi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed