oleh

Masih Pandemi Covid-19, Tradisi Syawalan Keraton Kanoman Cirebon Terbatas

Citrust.id – Keraton Kanoman Cirebon menyelenggarakan halal bi halal, Selasa (18/5), di bangsal Keraton Kanoman Cirebon. Dalam kegiatan tersebut, pihak Keraton Kanoman Cirebon membatasi tamu undangan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Ini acara halal bihalal dan sudah menjadi agenda tahunan. Kegiatan ini selenggarakan karena pihak keraton ingin meminta maaf kepada warga, keluarga keraton dan keluarga abdi dalem,” ujar Pangeran Patih Keraton Kanoman Cirebon, Muhammad Qodiran.

Qodiran menjelaskan, tradisi ini diselenggarakan dengan undangan terbatas, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sehingga acara dilakukan tidak semarak.

“Kita batasi 100 undangan sesuai kapasitas bangsal. Keterbatasan acara ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, serta mematuhi aturan pemerintah. Yang penting tradisi ini tidak hilang,” ungkapnya.

Poin penting dalam silaturahmi ini, kata Qodiran, jangan sampai putus persaudaraan. Hal ini menjadi kewajiban serta adab dan tradisi. “Tradisi ini bisa untuk saling mendoakan agar umur panjang dan keselamatan dunia akhirat,” kata dia.

Qodiran juga mengakui, tahun sebelumnya juga ada halal bihalal dengan keterbatasan. Karena tahun lalu sudah dalam kondisi pandemi Covid-19. Tahun ini, sebenarnya banyak yang minta datang, namun pihaknya tetap membatasi.

Lebih jauh, sebelum Covid-19 menyerang Indonesia, kegaiatan halal bihalal ini bisa diselenggarakan hingga dua gelombang.

“Sebelum ada Covid-19, banyak warga yang datang. Bahkan pihak Keraton Kanoman Cirebon harus membagi dua gelombang,” katanya.

Terkait tradisi lain di bulan Syawal, yakni Grebeg Syawal tetap dilaksanakan. Kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan dua hari setelah halal bihalal.

“Tahun ini grebeg Syawal tetap ada, hanya saja kita lebih memfokuskan untuk saling memaafkan di hari lebaran Idulfitri ini,” jelas Qodiran. (Aming)

Komentar

News Feed