oleh

Bullying Dianggap Masalah Kesehatan Masyarakat?

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Perundungan (bullying) bukanlah bagian alami dari tumbuh besar dan harus dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat secara luas, menurut para ahli dalam laporan National Academies of Sciences, Engineering and Medicine. Konsekuensinya, seperti dilaporkan VOA, lekat terus jauh melampaui masa kanak-kanak.

Para orangtua dan guru biasanya menepis keluhan anak-anak yang mendapat perundungan, malah mendesak korban untuk membalas, atau justru mereka sendirilah yang melakukan penyalahgunaan lewat perilaku mereka.

Penulis utama laporan itu, pediatrik profesor Frederic Rivara, mengatakan bahwa perundungan memiliki konsekuensi negatif yang bertahan dan tak dapat hanya diabaikan.

Studi tersebut menyebut anak-anak yang didesak anak-anak lain yang lebih besar atau lebih tua tak dapat beprestasi (mendapat nilai buruk) di sekolah, gugup, depresi, dan tinggi risiko bunuh diri. Si perundung juga dapat mengulangi lagi perbuatannya ke orang lain.

Perundungan bukan hanya terjadi di taman bermain, melainkan sudah masuk ke dalam teknologi abad ke-21 melalui cyberbullying di chat room internet, Twitter, dan media sosial lain, ujarnya.

Para ahli merekomendasikan sekolah-sekolah menerapkan kebijakan zero-tolerance, agar perundung secara otomatis tak naik kelas. Pendidik dan pihak lain harus berupaya memahami konteks terjadinya perundungan dan mengambil kebijakan yang, menurut pakar, disebut intervensi pencegahan. (Net/CT)

BACA JUGA:   Pemkot Benahi Tata Kelola Keuangan untuk Cegah ASN Langgar Hukum

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed