oleh

Tetangga Saya (5)

Oleh DADANG KUSNANDAR*

SEHARI-hari ia bekerja sebagai buruh harian di bisnis besi bekas/ rongsok. Mengandalkan kekuatan ototnya lelaki 40-an itu menapaki pekerjaannya dengan iklas. Kuranji Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon memang cukup banyak usaha besi rongsok.

Buat dia bekerja di bidang apa saja tidak jadi masalah, sepanjang pekerjaan itu halal dan baik untuk anak istrinya. Kabarnya ia pernah berkebun di kampung neneknya di Garut namun tidak bertahan lama. Besi rongsok akhirnya digulati dengan iklas sejak 6 (enam) tahun lalu.

Lelaki muda itu diam-diam mewarisi keilmuan agama dari ayahnya. Di RW Margasari dekat Karang Jalak ia kerap memimpin tahlil ketika ada tetangganya meninggal dunia.
Bukan hanya itu. Membantu mengangkat alat perlengkapan ritual kematian, pun dilakukannya. Mengangkat drum untuk memandikan dilakukannya seorang diri. Tubuhnya yang kuat itu memanggul drum besi seorang diri. Usai itu ia mencantumkan nama almarhum/ almarhumah di papan nisan secara melobangi bilah papan dengan paku.

Toro namanya. Mudah bergaul dan ringan tangan. Konsep iklas sepertinya menyatu dalam kesehariannya.

Sepulang kerja ia gemar bersilaturami ke para tetangga. Bila keluarga yang dikunjungi memerlukan bantuan, tanpa membantah langsung dikerjakannya.

Suatu malam ia menemani seorang bapak mencari anaknya. Ketika itu malam Minggu sekira pukul 22.30 WIB. Tetangganya cemas lantaran anak lelakinya belum pulang ke rumah. Dengan motor milik Toro berboncengan menyusur beberapa tempat yang ditengarai sebagai tempat nongkrong anak-anak muda.

Khawatir keadaan anaknya mengingat malam Minggu di Kota Cirebon biasanya gank motor keluyuran. Toro tahu lokasi rawan keamanan di Cirebon.

Pembaca budiman, ternyata iklas membantu keperluan tetangga memberikan nilai tambah. Bukan uang bentuknya melainkan respek masyarakat atas eksistensi seseorang. Dan di era kompetisi ekonomi yang serba kalkulatif saat ini, masih ada anak muda yang mempunyai empati cukup tinggi. Saya yakin di kediaman Anda ada anak muda berjiwa sosial yang ringan tangan memberikan bantuan tanpa dibayar. []

BACA JUGA:   Anak Jalanan Diminta Tak Memalak Sopir Angkot

*Kolomnis, tinggal di Cirebon. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed