oleh

Suka Makan yang Asin-asin? Ini Risikonya!

CIREBON (CT) – Makanan yang memiliki rasa asin memang sangat menggoda seperti halnya makanan pedas. Selain merangsang napsu makan, makanan yang asin juga memberikan sensasi gurih dan renyah. Jika sudah begitu, rasanya tidak ada yang lebih membahagiakan ketikan menyantap kudapan asin sambil menonton televisi di rumah misalnya. Didukung dengan kondisi cuaca hujan. Yang ada adalah mager alias malas gerak deh!

Tapi, tahukah Anda jika terlalu sering menyantap makanan berasa asin akan menimbulkan bahaya dan risiko tertentu. Di antaranya, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Garam yang memiliki rasa asin juga bisa meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah merupakan jumlah tekanan yang diukur ketika pembuluh darah memompa darah ke semua bagian tubuh. Asin akan merangsang tekanan darah naik dengan cepat. Bahkan resikonya akan menjadi lebih besar jika penderita tidak melakukan olahraga secara teratur, menderita gangguan stroke dan berat badan yang berlebihan. Ketika tekanan darah sudah mulai menunjukkan angka 140/90 mmHg maka kondisinya bisa akan terus naik. Jika sudah seperti ini maka sebaiknya kurangi konsumsi makanan asin.

Kemudian, berisiko terserang penyakit stroke. Stroke adalah sebuah kondisi yang berbahaya ketika terjadi berhentinya proses pasokan darah ke dalam otak. Kemudian kondisi ini akan menyebabkan oksigen tidak bisa mengalir ke otak dan menyebabkan sel-sel dalam otak mati. Stroke bisa terjadi ketika ada pembuluh darah yang mengalami sumbatan sehingga darah berhenti mengalir ke otak dan pecahnya pembuluh darah dalam otak yang menyebabkan pendarahan. Makanan yang asin menempatkan resiko tekanan darah tinggi yang bisa memicu serangan stroke.

Selain itu, juga berisiko terkena kanker perut. Orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan yang asin juga akan memiliki resiko terkena kanker perut. Penyebabnya sebenarnya ketika garam masuk ke dalam usus dan lambung maka menyebabkan pertumbuhan bakteri H.pylori  juga akan semakin tinggi. Ini adalah jenis bakteri yang menyebabkan peradangan pada lambung dan kanker perut. Penumpukan garam di dalam usus juga menyebabkan pertumbuhan bakteri dan kerusakan sel di dalam perut.

BACA JUGA:   Cegah Covid-19, Lapas Majalengka Bebaskan 39 Warga Binaan

Namun, secara umum, orang-orang sering terkena penyakit amandel. Amandel merupakan bagian tubuh berupa kelenjar yang terdapat di kiri dan kanan tekak (rongga langit-langit mulut) sehingga apabila terlalu banyak mengonsumsi makanan asin kelenjar tersebut langsung luka dan membengkak. (Net/CT)

Komentar

News Feed