oleh

Siswa SDN 2 Ciledugwetan Berangkat Sekolah Lewat Jembatan Gantung

Cirebontrust.com – Saat ini masyarakat khususnya anak-anak Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Ciledugwetan, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon sedikit berbahagia. Pasalnya, bocah-bocah SD itu tak lagi basah-basahan menyeberangi Sungai Cisanggarung untuk berangkat dan pulang sekolah.

Mereka sudah tidak lagi khawatir dengan terjadinya banjir sungai tersebut ketika musim hujan tiba, yang senantiasa menghalangi niat belajar bocah-bocah itu di sekolah‎. Pasalnya, saat ini sudah ada jembatan gantung yang dibuat oleh relawan Verticale Rescue Indonesia.

Meski bersifat darurat, jembatan dengan bentangan panjang 100 meter dan lebar 1,5 meter itu sangat membantu aktivitas bocah-bocah SD dan bahkan masyarakat setempat. Hal itu tentunya membuat semangat belajar mereka semakin tinggi, karena tidak ada lagi hambatan di jalan.

“Saya sangat senang. Sekarang bisa pakai sepeda ke sekolah,” ujar A‎kbar, siswa kelas 4 SDN 2 Ciledugwetan saat melintas jembatan gantung, Selasa (03/10).

Meski begitu, orang tua siswa tetap mendampingi anak-anaknya ketika menyebrangi jembatan gantung tersebut, lantaran orang tua khawatir terjadi sesuatu pada anak-anaknya. Pasalnya, jembatan yang hanya bisa dilewati pejalan kaki itu masih terkesan tidak aman.

Dengan ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan air sungai saat ini‎. Ditambah material jembatan yang hanya mengandalkan tumpuan bentangan tali seling besi yang mengait di rangkaian gapura besi, dengan dasar jembatan anyaman bambu, membuat jembatan goyang lumayan kencang jika dilewati.

Hal itulah yang membuat orang tua khawatir terhadap anak-anaknya jika melewati jembatan tersebut. Tak ayal, untuk meminimalisir guncangan, di kedua sisi gapura besi diberi tulisan peringatan, hanya diperbolehkan tiga orang yang melewati jembatan dan seterusnya seperti itu.

“Kami merasa terbantu dengan jembatan ini, karena sudah puluhan tahun kami menyeberang sungai. Kalau banjir ya terpaksa muter dari Jatiseeng, jaraknya sekitar 5 kilometer, dan butuh waktu 1 jam naik Becak Motor (Cator) untuk sampai ke sekolah. Kalau nyeberang atau sekarang lewat jembatan ini hanya 5 menit, sampai,” terang Rosid (37), orang tua salah satu siswa saat mengantar anaknya menyebanrangi jembatan. (Riky Sonia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed