oleh

Sengketa dengan RI, Warga Timor Leste Diami Wilayah Naktuka NTT

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Naktuka merupakan wilayah demarkasi (batas pemisah) antara Indonesia dan Timor Leste. Namun, kawasan seluas 1.690 hektare sudah dikuasai oleh warga Timor Leste asal Oecusse untuk berkebun dan membangun pemukiman. Hingga kini, terdapat 63 kepala keluarga atau sekitar 315 jiwa yang bermukim di wilayah itu.

Sebelum Timor Leste merdeka setelah 23 tahun lebih menjadi bagian dari NKRI, kawasan Naktuka di wilayah Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT itu sudah digarap oleh warga dari Oecusse untuk berkebun.

Setelah Timor Leste merdeka, warga asal Oecusse itu tidak hanya berkebun, tetapi juga membangun pemukiman. Warga Amfoang pun resah dan tidak mau menerima aksi penyusupan untuk menguasai wilayah NKRI secara sistematis tersebut.

Wilayah Naktuka kemudian ditetapkan sebagai daerah demarkasi antara Indonesia dan Timor Leste, namun warga Timor Leste tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka malah mendapat dukungan dari pemerintahannya yang berkedudukan di Dili.

Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Kupang Thimotius Oktavianus mengatakan bahwa hingga saat ini Pemda Kabupaten Kupang telah melakukan segala cara untuk memfasilitasi perundingan untuk menyelesaikan sengketa lahan di wilayah Naktuka.

Diketahui, warga Oecusse yang menempati wilayah Naktuka, masih memiliki hubungan darah dengan warga Amfoang, sehingga tidak menginginkan adanya pertumpahan darah di antara sesama orang Timor. (Net/CT)

BACA JUGA:   Sekolah Kader Partisipatif Tingkatkan Pengawasan Pemilu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed