oleh

Poltekpar Prima Internasional Siap Cetak SDM Pariwisata Unggulan

Citrust.id – Politeknik Pariwisata Prima Internasional adalah institusi pendidikan vokasi pariwisata unggulan yang menyiapkan tenaga kerja profesional yang dibutuhkan industri pariwisata global.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Prima Ardian Tana, Iman Taufik, pada grand opening Politeknik Pariwisata Prima Internasional di kampus setempat, Rabu (21/8/2019).

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, pejabat dari Pemprov Jabar, Kemenpar, LLDIKTI, dan lain-lain.

Iman Taufik menjelaskan, Politeknik Pariwisata Prima Internasional memberikan jawaban untuk meningkatkan kualitas SDM sesuai program yang dicanangkan pemerintah dalam lima tahun ke depan.

“Kami punya misi menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara profesional bertaraf internasional yang berkelanjutan,¬†untuk menghasilkan tenaga kerja profesional tingkat dunia,” katanya.

Selain itu, menemukan hal-hal baru bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan. Selain itu, menjunjung tinggi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan, beretika, dan menjunjung tinggi kearifan lokal.

Iman menambahkan, misi selanjutnya adalah memperluas akses dan jejaring untuk mendukung pengembangan kerjasama nasional dan internasional bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami ingin menjadikan Politeknik Pariwisata Prima Internasional sebagai perguruan tinggi pariwisata pencetak tenaga profesional pariwisata terpercaya tingkat dunia,” ujar Iman Taufik.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Prima Internasional, Chondro Suryono, memaparkan Politeknik Pariwisata Prima Internasional punya tiga prodi unggulan.

Tiga prodi itu adalah Pengelolaan Perhotelan (D4), Pengelolaan Konvensi dan Acara serta Perhotelan (D3). Kurikulumnya disusun berdasarkan standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Kurikulum kami juga berbasis Asean Mutual Recognition Artangement (MRA) on Tourism Professionals. Programnya mencakup standar kompetensi bidang pariwisata Asean Common Compentency Standards for Tourism Profesionals (ACCSTP) dan Common Asean Tourism Curriculums (CATC),” jelas Chondro Suryono. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed