oleh

PHRI: Pemkot Cirebon Harus Bertanggungjawab Siapkan Tenaga Kerja Unggulan

CIREBON (CT) – Ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon harus menyiapkan tenaga kerja yang unggul dan bisa diandalkan untuk bisa mengurangi pangangguran yang menumpuk.

Hal itu ia sampaikan saat mengomentari anjuran dari Walikota Cirebon, Nasrudin Azis yang meminta para pengusaha untuk mengutamakan pekerja lokal dalam sistem rekrutmen pegawai. Namun, Pemkot pun harus punya tanggungjawab untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dengan bidangnya, dan bisa diandalkan.

“Kalau ada warga kota yang layak bekerja di hotel-hotel di daerah sendiri, kenapa nggak? Tapi kenyataan di lapangan, secara pendidikan banyak warga luar Kota Cirebon itu kinerjanya baik, terus terang untuk posisi di bagian GM dan Supervisor itu kebanyakan berasal dari luar Kota Cirebon” ujar pria yang akrab disapa Kiki itu.

Ia pun berharap pemerintah mau mempertanggungjwabkan ucapannya yang menilai sistem rekrutmen harusnya tak melihat ijazah. Sebagai pengusaha, ia tentu menginginkan kinerja wartawan yang kredibel di bidangnya, meski tak memiliki ijazah sekalipun.

“Saya pribadi sih setuju saja ada kebijakan itu, asal pemkotnya punya komitmen, dan perlu menjamin bahwa tenaga kerja lokal yang disedikan itu berkualitas. Serta ada hal-hal yang positif bisa dirasakan oleh pengsaha hotel,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis berharap, para pemilik perusahaan tidak lagi melihat kualifikasi pencari kerja berdasarkan dengan ijazah atau lulusannya. Akan tetapi, seharusnya perusahan melihat kompetensi yang dimiliki pencaker. Menurutnya, terlalu sulit perusahaan jika mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi dan lulusannya.

“Para pimipinan perusahaan harus menerima jika pelamar kerja itu memang mampu melakukan bidang pekerjaan yang dibutuhkan, tanpa melihat ijazah atau lulusannya sesuai atau tidak, Kalau hanya membutuhkan yang sesuai dengan lulusan, itu akan susah diterima,” pungkas Azis. (Wilda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed