oleh

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Nyatakan Azan Bukan Santrinya

INDRAMAYU (CT) – Berdasarkan penuturan keluarga dan kerabat bahwa, Ahmad Muhazab warga Blok Desa RT 04 RW 01 Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda di Dusun Bungurgede, Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang ditepis oleh Pengasuh Ponpes Miftahul Huda, Kholid.

berita-indramayu,-pengasuh-ponpes,-miftahul-huda,-azan-nyatakan,-bukan-santrinya1

“Ahmad Muhazab bukan alumni Ponpes ini, dia (Azan, red) memang pernah di sini, namun tidak terdaftar sebagai santri. Dia
sering datang ke pondok beberapa hari terus pergi lagi,” terang Kholid, kepada wartawan, Jum’at (15/01).

Dia mengaku, perkenalannya dengan Azan sewaktu dirinya menjadi santri di Ponpes tersebut tahun 2010, namun berbeda dengan
dirinya, Azan tidak mengikuti program di pesantren sebagai santri yang harus patuh pada aturan dan mengabdi minimal selama
satu tahun, selama dua tahun Azan hanya sering singgah di pondoknya (santri kalong,red) dan tidak menetap.

“Dia datang lalu setelah beberapa hari pergi lagi. Saya juga tidak tahu bagaimana kegiatan Azan diluar pondok. Karena dia
juga orangnya pendiam dan tertutup,” ungkapnya.

Dia menerangkan, Azan pernah menikah dengan perempuan yang bernama Putri, asal Daerah Lampung dipesantren yang khusus
menggembleng santri tahfidz qur’an ini. Setelah melangsungkan akad nikah, Azan pun meninggalkan pondok pesantren beserta
istrinya hingga sekarang.

“Saya sebenarnya tidak tahu persisnya kapan Azan menikah, namun sekitar tahun 2013 setelah saya kembali dari pesantren di
Solo, saya sempat ketemu Azan dan istrinya, setelah itu saya tidak tahu kegiatan dia dan istrinya,” terangnya.

Dia mengaku, saat berada di pondok pesantren tersebut aktivitas yang dilakukan Azan tidak berbeda dengan kegiatan santri
lainnya. Azan datang ke ponpes hanya untuk mengikuti program menghafal Al-Quran, seperti yang diselenggarakan di ponpes
tersebut.

BACA JUGA:   Polres Majalengka Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

“Disini juga dia hanya belajar menghafal Al-Quran, tidak ada yang aneh-aneh dan dia sudah hafal 2 juz,” pungkasnya. (Dwi
Ayu)

Komentar

News Feed