oleh

Pasar Seni Rakyat Klangenan PC Lesbumi Cirebon Berlangsung Meriah

Citrust.id – Pasar Seni Rakyat (PSR) Kecamatan Klangenan yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Lembaga Seni dan Budaya Muslimin (PC Lesbumi) Kabupaten Cirebon pada Jumat-Sabtu (29-30/7/2022) di Lapang Bola Jemaras Kidul berjalan sukses dan meriah.

Hal tersebut dibuktikan dengan besarnya animo masyarakat yang begitu antusias memadati titik lokasi hingga acara selesai.

Lima sanggar yang menjadi primadona pertunjukan pada malam PSR tersebut di antaranya Sanggar Panji Sureng Rana (Desa Jemaras Kidul) menampilkan Tari Topeng Samba, Sanggar Putu Panji Asmara (Desa Slangit) menyuguhkan Tari Topeng Babakan/Harian 5 Wanda, Sanggar Langgeng Intan Dewi (Desa Danawinangun) membawakan Tari Rampak Klana 12, Sanggar Cipta Kawedar Putra (Desa Klangenan) mempersembahkan Wewayangan Teaterikal Kontemporer, dan Sanggar Panglipur Wenang (Desa Slangit) dengan cerita lakon Pangeran Teopatih.

Ketua PC Lesbumi Baequni Ahmad Hariri mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan dari berbagai lini dan unsur untuk kelancaran acara tersebut.

“Khususnya kepada Bapak Kuwu Jemaras Kidul, Pak Camat Klangenan, Danramil, Karang Taruna, juga PWNU Provinsi Jawa Barat, kepada para undangan, Ibu Hanifah (DPRD). Dari unsur NU ada Ketua Tanfidz PCNU, Ketua MWC Klangenan, MWC Jamblang, dan seluruh pihak yang turut andil mensukseskan acara PSR Kecamatan Klangenan,” ujarnya, Minggu (31/7/2022).

Semoga, kata pria yang akrab disapa Kang Ubay itu, Pasar Seni Rakyat Kecamatan Klangenan bisa menjadi contoh untuk agenda berikutnya pada Agustus dan September mendatang di Kecamatan Jamblang dan Gunung Jati.

Disampaikan juga permohonan maaf oleh Koordinator PSR Wahyono An-Najih, apabila dalam pelaksanaan kali ini pihaknya belum bisa memuaskan berbagai pihak.

“Kepada seluruh unsur dan masyarakat yang terlibat, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila kami sebagai penyelenggara masih banyak khilaf. Semoga ini bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya dan betul-betul memberikan manfaat yang sebenar-benarnya untuk masyarakat,” kata Wahyono.

Sementara Agung Firmasyah sebagai Manager Program turut mengucap syukur karena acara berlangsung tanpa kendala yang begitu berarti.

“Alhamdulillah. Semoga ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang baik ke depannya. Tentang bagaimana upaya-upaya yang dilakukan Lesbumi dalam pelestarian seni dan budaya bisa terus melekat dan panjang umur,” imbuhnya.

Seperti diketahui, agenda Pasar Seni Rakyat memuat pesan keberagaman dan kesetaraan gender yang dikemas dalam pertunjukan tari dan wayang.

Menurut Edeng Syamsul Ma’arif selaku Mentor & Stage Manager PSR, pesan itu terdapat dalam setiap persembahan masing-masing sanggar.

“Bisa dilihat dari lebih banyaknya talent perempuan dibanding laki-laki. Kemudian kemasan pertunjukan yang sebisa mungkin menampilkan yang terbaik sesuai tema yang telah ditentukan. Sebelumnya juga ada proses kurasi, revisi, dan evaluasi naskah. Harapannya tentu semoga bisa sampai kepada penonton,” kata Edeng.

Acara PSR juga dimeriahkan dengan adanya Pameran Benda Pusaka Nusantara yang dihadiri oleh Bupati Cirebon Drs Imron Rosyadi M.Ag, Bazar UMKM, Lomba-Lomba, hingga Nobar Film edukasi untuk masyarakat. (Rilis)

Komentar