oleh

Operasi Pasar Daging Sapi Dinilai Hanya Pencitraan?

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Operasi Pasar (OP) daging sapi yang dilakukan pemerintah secara intensif dinilai mengandalkan ukuran kesuksesannya pada partisipasi dan pencitraan, bukan pada penurunan harga.

Direktur Bincang-Bincang Agraria (BBA) Yeka Hendra Fatika menilai, bahwa ada indikasi kuat pelaku usaha rela mengalami kerugian dengan menjual daging mengikuti harga patokan pemerintah. OP pun dipastikan tidak efektif bahkan hanya membentuk segmen pasar daging baru.

Di sisi lain, kata dia, regulasi jelas dapat memengaruhi harga. Tapi regulasi yang keliru tidak akan menyelesaikan permasalahan malah justru memperumitnya. Oleh karenanya, Kementan mesti mempertanggungjawabkan dana swasembada daging yang telah diluncurkan sejak 2005 hingga 2015 yang mencapai sekitar Rp18 triliun lebih.  Implikasi dari penggunaan dana tersebut adalah populasi harus meningkat dan impor harus turun.

Tapi, ia menilai fakta yang terjadi justru sebaliknya. Besarnya dana swasembada sapi tidak diiringi degan pengingkatan populasi. Bahkan secara empiris, populasi terindikasi sangat jelas mengalami penurunan. Terlebih banyak sapi betina produktif yang dipotong untuk memenuhi tingginya permintaan. (Net/CT)

BACA JUGA:   Ini Penjelasan Dirut PAM Tirta Giri Nata soal Reklasifikasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed