oleh

Massa dari HMI Gelar Unjuk Rasa Tolak kenaikan Harga BBM

CIREBON (CT) – Puluhan pengunjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cirebon menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Beberapa pengunjuk rasa memanjat pagar dan membakar ban depan kantor Bupati Cirebon H. Sunjaya Purwadi Sastra menantang Bupati untuk mengambil sikap tegas terkait kenaikan harga BBM.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menilai kebijakan pemerintah dibawah pimpinan Presiden Jokowi yang memberlakukan kenaikan harga BBM tanggal 18 November 2014 dirasa terlalu mendadak dan mengejutkan rakyat.

“Disaat harga minyak dunia turun, lantas kenapa pemerintah Indonesia melakukan kenaikan harga BBM, kami tidak bisa membiarkan saja, kami takut hal serupa akan terjadi lagi pada kebijakan-kebijakan lainnya,” Ujar Sokid kordinator lapangan.

Pengunjuk rasa juga tidak mau masyarakat selalu dirampas haknya, menjadikan boneka sebagai tontonan mereka yang berada di kursi-kursu pimpinan. “Kami ingin hal ini ditanggapi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon baik Legislatif maupun Eksekutif, dan kami menuntut Pemerintah Daerah selaku wakil dari masyarakat Cirebon menyatakan sikap kecewa kepada kebijakan yang sifatnya mendadak,” paparnya.

Kecewa karena Bupati tidak bisa menemui para pengunjuk rasa, puluhan pengunjuk rasa bergeser menuju kantor DPRD bermaksud untuk menemui ketua DPRD Kabupaten Cirebon H. Mustofa. Namun, pengunjuk rasa kembali kecewa karena yang menemui bukanlah ketua DPRD. Pengunjuk rasa membubarkan diri setelah tidak berhasil menemui ketua DPRD Kabupaten Cirebon. Pengunjuk rasa mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar dan massa yang lebih banyak jika tuntutannya tidak terpenuhi. (CT-122)

BACA JUGA:   Selly Serahkan Bantuan APD dan Sembako di Cirebon

Komentar

News Feed