oleh

M Luthfi Tinggal Urusan di Jakarta, Mulai Fokus Benahi Kab Cirebon

Cirebontrust.com – Muhamad Luthfi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kini memilih melepas semua urusan di Jakarta, dia kini fokus sebgai polititisi untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Cirebon.

“Saya minta untuk kader PKB, agar semuanya menyiapkan dan memantapkan diri, mengemban amanah untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Cirebon. Haul Gusdur dan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, sebagai titik memulai gerakan  baru untuk bisa berbuat sesuatu yang lebih baik,” jelas Muhamad Luthfi saat ditemui usai peringatan Maulid Nabi dan haul Gusdur ke-7 di halaman DPC PKB, Senin (26/12).

Diakui, pihaknya saat ini masih memupuk kesiapan kader agar memadai. Sisi lain, kata dia dirinya tetap bangga dengan semangat seluruh kader PKB di Kabupaten Cirebon.

“Saat ini yang dibutuhkan dua hal, pertama komitmen dan kedua kompetensi. Jika punya komitmen tidak dibarengi kompetensi jangan banyak omong. Begitupun sebaliknya kompetensi tidak dikuatkan dengan komitmen juga jangan banyak omong,” jelasnya.

Menurutnya, terkait komitmen tidak hanya soal biaya, tapi waktu dan juga tenaga serta pikiran. Maka, kata dia agar semua bisa maksimal dalam memberikan peran, per Januari 2017 mendatang ia memilih melepaskan semua urusan di Jakarta.

“Artinya kita sebagai orang politik, ya harus professional mengerjakan kegiatan di politik. Januari nanti, saya sudah fokus di Cirebon, jadi ditanya kerja apa? Jawabannya cuma satu yaitu ketua DPC PKB,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Kang Luthfi melanjutkan, banyak hal yang harus di lakukan, bahkan waktu 24 jam sehari saja tidak cukup. Jika berkaca pada pengalaman senior, yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah pembenahan internal. Sebetulnya, sambungnya, hal itu merupakan persoalan lama, karena yang dibutuhkan saat ini yakni sejauh mana progress untuk 2018 mendatang.

BACA JUGA:   Pemkab Kuningan Siap Ikuti Porsenitas VIII di Brebes

“Melihat kondisi Kabupaten Cirebon saat ini, saya beranggapan bahwa tidak bisa hanya di selesaikan oleh PKB. Tapi harus koalisi agar apa yang menjadi persoalan di daerah bisa terselesaikan sehingga Cirebon lebih baik dan sejahterah,” sambung Kang Luthfi.

Disinggung mengenai akan berkoalisi dengan partai apa saja, Luthfi menegaskan bahwa sebagai politisi ia tentu akan menjalin komunikasi seluas-luasnya pada seluruh parpol termasuk PDI Perjuangan. Hanya saja untuk saat ini, Luthfi memandang belum saatnya berbicara Pilkada 2018.

Sebab yang dibutuhkan masyarakat yakni bukti dulu, sudah sejauh mana berkontribusi bagi masyarakat itulah yang dilihat.

“Jangan hanya bisa bicara kita akan mensejahterakan masyarakat jika kita sudah mengelola APBD.  Itu retorika omong kosong bagi saya “Saya akan mensejahterakan masyarakat jika jadi bupati” itu omong kosong saja,” terangnya.

Oleh karena itu, di tahun 2017 mendatang yang akan di lakukan oleh PKB yakni  untuk kepentingan masyarakat, berkontribusi untuk masyarakat itu bukan hanya dengan APBD tapi dengan semua potensi yang dimiliki PKB juga bisa.

“Januari kita akan genjot itu, apa yang bisa diberikan PKB untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Kalau berbicara Dave sama Sunjaya jelas kalah duit kan. Tapi kalau waktu dan ide saya punya, berani tanding ide sama incumbent hayo,” tantangnya.

Diakhir, ia menyampaikan, pada intinya PKB akan menunjukan bahwa spirit ini untuk kepentingan masyarakat. Ketika bisa meyakinkan masyarakat ia yakin biaya tidak akan jadi persoalan.

“Tapi memang perlu kerja ekstra keras dan ini resiko. Bagi saya sudah tidak ada kepentingan lagi untuk nyalon, karena yang terpenting bagaimana PKB bisa berkontribusi pada masyarakat,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat  bagian pemilihan kepala daerah Jabar, Adlan Da’i menyampaikan, PKB merupakan partai yang didirkan oleh NU. Jika mengacu pada pemilu 1955 satu-satunya kabupaten yang memperoleh suara terbanyak bagi partai NU yakni Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA:   Menanti Sentuhan Kadis Baru Kelola Pariwisata Kota Cirebon

Kemudian pada pemilu pertama orde baru tahun 1971 partai Nu jadi pemenang kedua, namun prosentasenya Kabupaten Cirebon tertinggi di Jabar.

“Artinya jika PKB menargetkan pemenang Pemilu di Kabupaten Cirebon bukan sebuah angan-angan, karena ada basis dan sejarahnya. Tapi benar yang disampaikan ketua DPC (M Luthfi, red) harus komitmen, professional, dan memiliki kompetensi karena perubahan zaman mempengaruhi pemilih. Hal itu juga penting untuk direspon,” tandasnya. (Sukirno Raharjo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed