oleh

LSP Spa Nasional dan Kemenpar RI Gelar Uji Kompetensi di Andaru Spa Cirebon

Cirebontrust.com – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Spa Nasional bekerjasama dengan Asdep Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Spa selama dua hari, 19-20 Oktober 2017, di Tempat Uji Kompetensi (TUK) The Andaru Anti Aging Clinic & Spa Cirebon.

Ketua LSP Spa Nasional, Annie Savitri SE, PgD IA, Dipl Cidesco, menjelaskan, pada tahun 2017, Jawa Barat mendapatkan kuota sebanyak 200 orang untuk ikut uji kompetensi bidang spa. Sebanyak 100 orang telah dilaksanankan uji kompetensi pada tanggal 4 dan 6 April lalu.

Sedangkan pada bulan Oktober ini dilaksanakan sebanyak 100 orang diikuti oleh lebih dari 20 industri yang tersebar di Jawa Barat seperti The Luxton Hotel Cirebon, Andaru Spa, Marta Tilaar Day Spa, Zenzation Spa, Griya Sehat, Grage Hotel, Bali Frangi Massage, Rahmah Salon Spa, Rissa Studio, Soul Massage, Bydara SPA Bandung, Go Massage Bandung, Samara SPA dan Rumah Cantik Diana.

“Peserta uji kompetensi kali ini juga diikuti para siswi SMK Negeri 2 Cirebon yang telah magang di industri spa. Setelah lulus, mereka telah kompeten dan siap bekerja di industri spa, ujar Annie.

Skema uji yang ditawarkan terdiri dari okupasi dan paket keahlian. Okupasi di spa berupa jabatan junior spa terapis, terapis madya, senior, trainer spa, supervisor, resepsionis, asisten manager, dan manager spa. Total ada delapan okupasi. Sedangkan paket keahlian ada paket perawatan jawa, bali, spa wajah, dan refleksi.

Dikatakan Annie, industri spa sangat diuntungkan dengan adanya uji kompetensi ini. Daya saing industri pariwisata ditentukan oleh kualitas industri dan kualitas SDM yang didasarkan pada standar usaha pariwisata dan SDM Pariwisata melalui kualifikasi okupasi nasional.

BACA JUGA:   Pameran Epitech Hadirkan Karya Terbaik Siswa SMK

Kegiatan uji kompetensi sertifikasi pada terapis spa bertujuan memberikan pengakuan atas kompetensi profesi yang dimiliki tenaga kerja di bidang spa, meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja bidang terapis spa, meningkatkan kompetensi sertifikasi pada para peserta terapis spa untuk memahami pentingnya profesional dan legalitas serta siap bersaing dengan tenaga kerja asing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Annie menambahkan, LSP Spa Nasional berharap, setiap individu yang bekerja di industri spa memiliki kesadaran yang tinggi terkait uji kompetensi ini. Tidak hanya menunggu dari pemerintah, tetapi juga mempunyai insiatif untuk mengajukan sertifikasi ke LSP Spa Nasional untuk diujikan keahliannya.

“Seluruh stakeholder yang terlibat, termasuk industri spa dan dinas terkait, juga diharapkan bersama mendukung program uji kompetensi bidang spa ini,” terangnya.

Sementara, Ahmad Suharto dari Asdep Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, mengatakan, Tahun 2017, secara nasional pihaknya memfasilitasi 65 ribu untuk 13 bidang di sektor pariwisata. Salah satunya adalah bidang spa.

Di era persaingan global, industri spa harus segera menciptakan SDM atau tenaga kerja yang profesional dan diakui di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Untuk itu, kata Ahmad Suharto, diperlukan uji sertifikasi kompetensi bidang spa.

“Sertifikat kompetensi jadi modal utama sebagai bukti atau pengakuan bahwa tenaga kerja yang dimiliki sudah berkompeten di bidang spa, pungkasnya. (Haris)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed