oleh

Kemensos Lansir Lebih dari 4,1 Juta Anak Indonesia Terlantar

BANDUNG (CT) – Kementerian Sosial melansir saat ini ada sekitar 4,1 juta anak Indonesia terlantar. Mereka diasuh di belasan ribu panti asuhan anak atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak/Panti Sosial Asuhan Anak (LKSA-PSAA).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jumlah panti yang ada masih jauh dari ideal. Oleh karena itu peran keluarga dan lingkungan masih menjadi andalan utama.

“Dari semua panti yang ada, saat ini baru 5.700 LKSA yang terakreditasi. Sementara 8.200 LKSA yang belum terakreditasi, hanya mendapat bantuan permakanan,” ujarnya Khofifah dalam rilis Kemensos yang diterima, Sabtu (30/1).

Selain akreditasi, kata Khofifah, jajaran Kemensos melakukan sistem klaster A, B, dan C untuk LKSA. Pengklasteran diperlukan untuk menyaring dan mengevaluasi kinerja dari panti-panti sosial anak tersebut.

“Klaster A ada 37 dari 8.200 LKSA. Dengan pengklasteran tersebut panti asuhan siap pakai, menghindari berbagai tindak kekerasan fisik, seksual, serta berbagai pelanggaran lainnya, ” ujar Khofifah.

Panti-panti sosial anak atau LKSA/PSAA tersebut, diakreditasi oleh masing-masing Dinas Sosial (Dinsos), sekaligus dilakukan monitoring secara berkala. Di luar LKSA pemerintah tersebut, juga ada pembinaan yang dilakukan oleh PSAA terhadap 4.300 anggota yang bernaung di dalamnya.

Dengan keterbatasan panti, Khofifah berharap semua pihak memahami bahwa peran dan lingkungan keluarga terkait pengasuhan anak-anak merupakan pilihan yang paling ideal dan tidak bisa tergantikan oleh siapapun. Peran dari panti asuhan Idealnya dioptimalkan dari sisi proses aksesibilitas, pendidikan, serta permakanannya. (Hanum)

Komentar

News Feed