oleh

Kadin Tangkap Peluang Kawasan Segitiga Emas Rebana

Citrust.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning), dan Subang, Sumedang (Susu) membentuk Forum Komunikasi Kadin SusuCiayumajakuning di Hotel Fitra, Majalengka, Kamis (12/9).

Yuyun Wahyu Kurnia, Ketua Kadin Kota Cirebon, mengatakan, forum itu memberikan rekomendasi kepada yang berkepentingan, mulai dari presiden, Angkasa Pura, PT BIJB, bupati/wali kota dan pihak terkait lainnya.

“Forum ini merumuskan implementasi BIJB Kertajati terhadap peningkatan dunia usaha di kawasan Subang, Sumedang, dan Ciayumajakuning. Menyongsong kawasan segitiga emas rebana, kami juga memberikan solusi,” ungkapnya.

Ketua Kadin Majalengka H. Budi Victoriadi, mengatakan, kalau kereta cepat Bandung-Jakarta selesai akan menjadi kendala bagi. Tol Cisumdawu selesai. Apakah masyarakat tetap berminat terhadap Bandara Kertajati.

“Dari sisi pariwisata perlu regulasi untuk kita investasi, seperti dipermudah perizinannya dan lain sebagainya. Tidak bisa negara ini hanya jalur birokrasi, tapi pilar lainnya seperti swasta yang menggerakan ekonomi dari pajak,” ungkapnya.

Budi mengatakan, saat ini sudah mulai banyak turis asing ke Majalengka. Transportasi, penginapan, dan akses akses yang curam masih jadi kendala.

Ciayumjakuning, Sumedang dan Subang memiliki masalah sekaligus kepentingan yang sama dengan kawasan Segitiga Rebana dan adanya Bandara Kertajati.

“Perusahaan parkir dan sekuriti di Bandara Kertajati dari luar, tapi pekerjanya orang Majalengka. Bandara Palembang awalnya sama dari nol, tapi dikembangkan dengan melibatkan pengusaha lokal. Kita akan meminta konsultan internasional agar pelaku usaha lokal dilibatkan,” tukasnya.

Ageng Sutrisno dari Kadin Kuningan merekomendasikan agar membangun ekosistem wisata yang terintegrasi di Ciayumajakuning. Masa tinggal turis pun harus lama. Selama ini rata-rata hanya 2-3 hari.

“Kuningan akan mengadakan Linggarjati Travel Fair dan sudah terintegrasi. Landing di Bandara Kertajati, beli batik di Cirebon dan wisata di Kuningan dan Majalengka. Kami minta pemerintah juga terintegrasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bambang dari Kadin Subang, mengutarakan, pihaknya sulit sekali berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait tentang Pelabuhan Patimban.

“Jika ada kegiatan di Patimban, teman-teman Kadin berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Thomas dari Kadin Sumedang mengatakan, menyikapi Tol Cisumdawu, pihakny meminta maksimal section 1 dan section 3 sudah berjalan. Section 4 ada kendala karena pelaksananya tidak memiliki likuiditas yang baik.

“Interchangenya malah diarahkan ke Tol Cipali, bukan kawasan Buah Dua Tomo, Ujungjaya. Sumedang hanya penyangga, bukan bagian dari segitiga Rebana. Apa kompensasi bagi daerah penyangga Segitiga Rebana,” ucapnya. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed