oleh

Ini Alasan Kenapa Februari Habis Sampai Tanggal 28!

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Pernahkah Anda bertanya atau mencari tahu mengapa bulan kedua dalam almanak masehi hanya sampai pada tanggal 28? Betul sampai 29 juga, tetapi itu hanya terjadi empat tahun sekali atau popular disebut dengan tahun kabisat. Pertanyaannya, mengapa demikian? Seseorang yang dapat menentukan perhitungan bulan tentu sepertinya bukan orang sembarangan.

Hampir sebagian besar nama bulan yang sering kita dengar berasal dari jaman Romawi, seperti bulan Juli yang sebenarnya asal muasalnya dari Julius Caesar, atau bulan Agustus yang sebelumnya bernama Sextilis namun diubah oleh Caesar Agustus menjadi August (Agustus) atau seperti Februari yang berawal dari nama salah satu Dewa pada jaman Romawi yaitu Februus. Dalam sejarahnya, dulu bulan Februari adalah 29 hari setiap tahunnya dan akan menjadi 30 hari ketika mengalami tahun kabisat. Kemudian diubah menjadi 28 hari oleh Caesar Agustus dan hari itu dipindahkan pada bulan Agustus. Itu sebabnya pada bulan Juli dan Agustus semuanya berjumlah 31 hari.

Tahun Kabisat menurut kebanyakan orang adalah tahun yang habis dibagi 4. Misalnyaseperti tahun 1992, 1996 atau 2004. Pembagian empat ini tidak berlaku jika tahun tersebut merupakan tahun yang angka di belakangnya adalah memiliki dua nol seperti 2000, 1900 atau 1800. Untuk tahun yang memiliki dua angka nol di belakang dapat dianggap sebagai tahun kabisat jika habis dibagi dengan angka 400, misalnya tahun 2000. Jadi, Februari adalah bulan terakhir dalam hitungan Romawi. (Net/CT)

BACA JUGA:   Warga Tolak Proyek Galian Pasir di Luragung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed