oleh

Gizi Seimbang Dibarengi Aktivitas Luar Ruangan Penting bagi Tumbuh Kembang Anak

Cirebontrust.com – Puluhan guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon mengikuti pelatihan Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan produsen susu Frisian Flag, Rabu (30/08) di Hotel Santika, Kota Cirebon.

CSR Manager Frisian Flag, Refa Hayudi Griyanda, menjelaskan, materi yang diberikan pada pelatihan tersebut seputar ilmu gizi lebih lanjut, seperti pedoman gizi seimbang bagi anak, manfaat susu, aktivitas di luar ruang, pentingnya sarapan pagi, dan memperhatikan jajanan sehat.

Selain imu gizi, materi yang disampaikan juga terkait ilmu komunikasi, misal cara mengajar siswa yang benar. Pemateri yang dihadirkan berasal dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia.

Dikatakan Refa, dalam pelatihan itu terdapat transfer ilmu pengetahuan dari pemateri kepada guru-guru. Kemudian, ilmu yang didapat ditransfer kembali kepada rekan-rekan guru dan para siswa di sekolah masing-masing.

“Guru bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa di bidang pendidikan, mereka juga bisa menjadi pahlawan tanpa tanda jasa di bidang gizi dan kesehatan,” katanya.

Refa mengungkapkan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin anak Indonesia dapat mengadopsi gaya hidup lebih sehat dan aktif dengan mengkonsumsi makanan bergizi dibarengi aktivitas di luar ruangan.

“Dengan demikian, anak Indonesia bisa kuat dan sehat, baik secara fisik maupun mental. Hal itu sesuai dengan kampanye kami, yakni drink, move, and be strong,” tegasnya.

Refa menjelaskan, Training of Trainer bagi para guru merupakan bagian dari program Gerakan Nusantara Frisian Flag yang dimulai sejak tahun 2013. Tahun ini baru pertama kali diadakan di Cirebon. Road show Gerakan Nusantara tahun ini dijadwalkan akan digelar di 24 kota, termasuk Padang, Pekanbaru, Jambi, Jakarta, Bandung dan lain-lain.

Gerakan Nusantara dilatarbelakangi kondisi anak-anak Indonesia yang memiliki beban ganda, yakni stanting atau bertubuh pendek akibat kekurangan gizi dan overweight alias kelebihan berat badan. Anak-anak Indonesia juga cenderung kekurangan vitamin D dan kurang beraktifitas. Untuk mencegah itu semua, metode pemberian gizi kepada anak harus diperbaiki.

BACA JUGA:   Polisi Jaga Kebaktian Rutin di Gereja

“Penelitian dan evaluasi yang dilakukan pihak ketiga, yakni akademisi Universitas Indonesia, Gerakan Nusantara menghasilkan efek positif, seperti perilaku atau aktifitas anak yang meningkat serta konsumsi susu yang bertambah,” pungkas Refa. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed