oleh

Evaluasi PNPM Perdesaan Indramayu: 8 Tahun Penyelenggaraan, PNPM Serap Rp. 256 Milyar APBN

INDRAMAYU (CT) – Hasil pembangunan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kabupaten Indramayu sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2014, telah menyerap dana seluruhnya sebesar Rp. 256.701.230.000, yang terdiri bantuan pusat melalui APBN sebesar Rp. 224.561.230.000, dan dari dana cost sharing daerah melalui APBD sebesar Rp. 33.637.500.000, Selasa (16/12).

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu Drs. H. Munjaki, M.Si seperti yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu mengungkapkan, untuk bidang fisik terdiri dari pembangunan prasarana umum sebesar Rp. 160.079.174.428 (62 %), prasarana pendidikan sebesar Rp. 53.410.123.480 (20,8%), prasarana kesehatan sebesar Rp. 9.154.234.400 (3,6 %) dan bangunan kantor UPK.

Selanjutnya untuk bidang ekonomi program perguliran yang terdanai dari tahun 2007-2014 untuk Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebesar Rp. 32.732.348.189 (12,7%) dengan jumlah pemanfaat sebanyak 34.616 orang. Kemudian digunakan juga untuk pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas kelompok bagi PNPM terdanai sebesar Rp. 1.257.086.100 (0.5%).

“Tahun 2014 ini merupakan berakhirnya program PNPM Mandiri Pedesaan, dan sesuai ketentuan maka pemerintah kabupaten dan desa wajib memelihara, mengembangkan dan melestarikan paska program PNPM ini terhadap hasil-hasilnya baik fisik prasarana, perguliran dana dan kelembagaan dalam bentuk regulasi perda atau perbup dan peraturan desa,” kata Munjaki.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Bahtiar mengatakan, PNPM memiliki azas dari untuk dan oleh masyarakat atau system pembangunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat secara partisipatif. Dengan system ini perencanaannya dikaji dan dibahas bersama mulai dari tingkat RW, desa dan antar desa. Masyarakat diberi kewenangan penuh untuk menentukan prioritas yang akan didanai oleh PNPM.

BACA JUGA:   Sri Laelasari Peduli ODGJ

“Tahun ini merupakan tahun terakhir program PNPM, kita tidak tahu apakah program ini akan dilanjutkan kembali ataukah tidak oleh pemerintahan baru sekarang ini. Padahal program PNPN sangat membantu warga dalam pembangunan dan juga perekonomian,” kata Sekda. (CT-112)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed