oleh

Cek Kapasitas Tempat Tidur RS hingga Jadwal Operasi Bisa via Mobile JKN

Citrust.id – Memasuki tahun ke-7 pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan memperkenalkan beberapa fitur baru di aplikasi Mobile JKN. Mulai dari cek ketersediaan kapasitas tempat tidur di fasilitas kesehatan, mendaftarkan pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) hingga melihat jadwal tindakan operasi.

“Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam peningkatan kualitas layanan, kemudahan serta keterbukaan akses informasi bagi peserta JKN-KIS. Fitur-fitur ini diharapkan akan membantu peserta saat membutuhkan pelayanan. Hal ini juga kami lakukan sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama dengan Persi,” kata Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, dalam Ngopi Bareng JKN bersama awak media, Selasa (7/1).

Budi menjelaskan, BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) pada pertengahan November 2019 lalu sepakat melakukan beberapa peningkatan kualitas pelayanan. Di antaranya berupa layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS. Selain itu, rumah sakit harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan kemudahan pasien gagal ginjal kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah.

“Kami akomodasi kebutuhan untuk memenuhi komitmen tersebut melalui integrasi sistem informasi platform bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN. Diharapkan dukungan seluruh fasilitas kesehatan, baik itu FKTP maupun FKRTL atau rumah sakit yang bekerja sama, untuk dapat mengintegrasikan sistem ini secepatnya. Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan karena tahun ini merupakan tahun pelayanan dan tahun peningkatan kepuasan pelanggan,” jelas Budi.

Dalam fitur terbaru Pendaftaran Pelayanan, peserta JKN-KIS dapat melakukan pendaftaran ke FKTP melalui Mobile JKN dan mendapatkan nomor antrean di FKTP. Apabila dirujuk atau membutuhkan pelayanan di rumah sakit, peserta dapat mendaftar ke FKRTL melalui Mobile JKN. BPJS Kesehatan telah mengintegrasikan sistem informasi dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Hal itu telah diterapkan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto dan secara berproses akan dikembangkan di rumah sakit lain.

BACA JUGA:   Bupati Minta Desa Sadomas Lockdown 14 Hari

“Bersama dengan Persi, kami telah melakukan spotcheck pada awal tahun ke RSUD Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Peserta JKN-KIS yang dirujuk dari FKTP sekitar bisa langsung didaftarkan ke antrean di RSMS Purwokerto dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN. Fitur baru yang ada dalam Mobile JKN ini terintegrasi dengan data nomor rujukan pada aplikasi Pcare milik FKTP. Fitur ini juga memungkinkan peserta untuk bisa mengubah jadwal kedatangan satu kali ke RS sehingga ada kepastian kedatangan dan kepastian pelayanan di RS,” tuturnya.

Budi mengutarakan, fitur terbaru lain, yaitu fitur Ketersediaan Tempat Tidur. Fitur ini tersedia sebagai sarana peserta untuk dapat melihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sehingga dapat memberikan alternatif pilihan rumah sakit sebagai tujuan tempat rawat inap di lokasi terdekat peserta. Bila suatu ketika rumah sakit tidak dapat menerima pasien rawat inap dengan alasan tidak ada lagi ketersediaan tempat tidur, maka peserta dapat melakukan pengecekan ketersedian tempat tidur pada display tempat tidur tersebut.

Peserta yang direncanakan akan dilakukan tindakan medis operatif akan memperoleh kemudahan informasi di aplikasi Mobile JKN melalui fitur Jadwal Tindakan Operasi. Fitur ini secara bertahap akan di implementasi di tahun 2020. Peserta dapat mengetahui kapan ia akan mendapat pelayanan tindakan operasi. Fitur ini terdiri dari informasi jadwal pelaksanaan, nama rumah sakit dan SMF yang melakukan tindakan pembedahan.

“Kami harap dengan pengembangan yang dilakukan ini didukung juga oleh rumah sakit. Dengan demikian, hal-hal yang selama ini menjadi keluhan peserta, khususnya terkait keterbukaan informasi dapat segera teratasi. Kami mendorong rumah sakit lain dalam waktu dekat dapat menerapkan hal serupa. RSMS Purwokerto adalah role model yang dapat dicontoh oleh rumah sakit lain atas penerapan komitmen peningkatan mutu dan kualitas layanan,” tambah Budi.

BACA JUGA:   Sopir Bus di Majalengka Positif Covid-19

Komitmen lainnya yang disepakati BPJS Kesehatan bersama Persi adalah kemudahan (simplifikasi) pelayanan bagi pasien gagal ginjal kronis yang rutin mendapatkan layanan cuci darah (hemodalisis) di rumah sakit dan sudah terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print). Kini surat rujukan yang berakhir setelah 90 hari dapat diperpanjang di rumah sakit. Pasien tidak lagi direpotkan untk mengurus perpanjangan surat rujukan ke FKTP. Hal itu diharapkan dapat memotong birokrasi dan semakin mempermudah pasien JKN-KIS untuk dapat mengakses layanan cuci darah.

“Hingga 3 Januari 2020, dari 2.220 rumah sakit yang bekerja sama, sebanyak 1.784 rumah sakit (80,36 persen) sudah mempunyai sistem antrean elektronik dan 1.739 rumah sakit (78,33 persen) sudah memiliki display ketersediaan tempat tidur. Pada tahun 2020 ditargetkan seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan telah memiliki antrean elektronik dan display ketersediaan tempat tidur serta diintegrasikan dengan Mobile JKN,” pungkas Budi. (*)

Komentar

News Feed